Zulkifli Syahdan, Pejuang Medan Utara itu Telah Tiada

Zulkifli Syahdan, Pejuang Medan Utara itu Telah Tiada

Zulkifli Syahdan semasa hidup

(hers/rzd)

Senin, 12 Agustus 2019 | 23:07

Analisadaily (Medan) - Zulkifli Syahdan (56) seorang tokoh masyarakat Melayu dan salah seorang dari pentolan pejuang pemekaran Medan untuk pembentukan Kota Medan Utara, kini telah tiada.

Putra Melayu yang dikenal juga sebagai aktivis itu berpulang ke rahmatullah pada Sabtu (10/8) sekita pukul 12.20 WIB di salah satu rumah sakit di Medan, setelah beberapa lama sempat di rawat akibat sakit yang dideritanya.

Jenazah dimakamkan setelah salat zuhur, Minggu (11/8) bertepat an dengan hari raya Idul Adha 1440 H. Para kerabat, handai tolan memadati rumah duka di Jalan Medan Belawan (Labuhan sebelum Simpang Kantor, Km 16,5) hingga turut menghantarkannya ke tempat peristirahatannya terakhir.

Semasa hidupnya pria yang akrab disapa Zul Syahdan itu aktif di banyak organisasi kemasyarakatan. Dalam beberap tahun terakhir ini, hampir setiap hari Zul Syahdan salat zuhur atau ashar di Masjid Agung Medan.

“Zulkifli Syahdan pejuang sejati, tanpa henti kini telah pergi menghadap ilahi, doa kami semoga kepergiannya dalam khusnul khatimah, ahli syurgawi,” ujar tokoh masyarakat Melayu, H Syarifuddin Siba, mengenang almarhum saat berbincang dengan wartawan.

Suasana kehilangan di banyak kalangan memang sangat terasa selain di keluarga, di pergaulan juga di kalangan para kawan se-pergaulan dan se-perjuangan. Betapa tidak, semasa hidupnya Zul Syahdan selalu hadir pada setiap kegiatan di berbagai lapangan.

Sebutlah di antaranya dunia Melayu, perjuangan memekarkan Medan Utara, kegiatan agama, Gerakan Badko Pembangunan Masyarakat Pantai Timur (PMPT) Sumut, FORMATSU, Masjid Agung, bahkan di parpol.

“Perjuangan panjang di IPMD sebuah belitan bakti dia tekuni sedari kecil hingga ke akhir hayat,” ujar Siba, yang juga seorang pentolan IPMD dan Ketua Umum Badko PMPT, keduanya tempat Zul Syahdan berkecimpung.

Untuk perhelatan baktinya itu, Siba menukilkan kata-kata, “Semua dia lakoni tanpa pamrih, jernih untuk cita cita mulia bersama dalam atas kebaikan anak manusia. Tulis mengusir pahala dibawa serta ke Alan bawa”.

“Kita yakin seiring doa kiranya Allah SWT memberikan ganjaran jannati maha tinggi kepadanya, seimbang dengan senyum suci dan peduli pasa kaumnya,” imbuh Siba.

Hal senada juga di sampaikan OK Hatta. Sebagai tokoh Pemuda Melayu Sumut, pihaknya juga merasa kehilangan sosok senior yang selalu riang bercanda dan ceria setiap acara.

“Juga di setiap kegiatan yang kami laksanakan,” tutur OK.

(hers/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar