Yayasan Pelatihan Cad Cam: Jawaban Kebutuhan SDM Indonesia di Era Digital

Yayasan Pelatihan Cad Cam: Jawaban Kebutuhan SDM Indonesia di Era Digital

Peresmian YPCC (Ist)

(rel/rzd)

Sabtu, 14 September 2019 | 09:42

Analisadaily (Bekasi) - Yayasan Pelatihan Cad Cam (YPCC) memiliki semangat mencetak sumber daya manusia yang unggul di era digital, sekaligus mendukung program revolusi industri 4.0 yang digalakkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Demikian salah satu catatan penting dalam peresmian YPCC di Ruko Grand Galaxy City, Jalan Boulevard Raya, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Hadir dalam peresmian Waras Wasisto, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dan Lie Michael, pendiri sekaligus owner YPCC.

Dalam pernyataannya, Waras Wasisto mengapresiasi YPCC yang memiliki inisiatif membekali SDM Indonesia, khususnya Jawa Barat yang sesuai dengan kebutuhan dinera digital saat ini.

"Dan yang penting lagi bahwa ini merupakan salah satu bentuk perwujudan program dari Bapak Presiden Jokowi, revolusi industri 4.0 guna meningkatkan SDM kita," kata Waras, Sabtu (14/9).

Menurut Waras, pelatihan berbasis digital ini juga sebagai jawaban dari salah satu bentuk tuntutan zaman untuk menghadapi era digital.

"Suka tidak suka, saya akan tulus dan siap membantu untuk mengembangkan semangat ini dengan Pemerintah Daerah, baik Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat agar bersinergi," ujar Politisi PDI Perjuangan tersebut.

Waras mengatakan, selama ini bentuk pelatihan-pelatihan yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja untuk yang baru lulus SLTA sederajat cenderung konservatif, seperti pelatihan mesin bubut, mesin las, dan semacamnya.

"Namun ini agak berbeda, karena saat ini industri semakin lebih ke arah digital, makanya YPCC ini sesuatu yang luar biasa dan saya sebagai legislator dan masyarakat Kota Bekasi, wajib mendukung ini," tegas Waras.

Dia berharap kualitas SDM yang diciptakan bisa semakin mumpuni.

"Sehingga adik-adik yang ke luar kursus dari sini punya bekal untuk masuk kerja di perusahaan era digital. Saya kira peluang ini cukup besar, karena yang dulunya padat karya sekarang sudah berubah jadi padat modal, artinya tenaga kerjanya tidak banyak karena semua sudah komputerisasi. Akan sulit sekali jika kita tidak dibekali kursus yang spesifik seperti ini," tandas Waras.

Di sisi lain, Waras juga menyinggung jumlah lulusan SLTA di Jawa Barat.

"Untuk wilayah Jawa Barat, dari yang SMA ederajat untuk bisa masuk kuliah sekitar 25%, selebihnya mereka berlomba-lomba untuk bisa masuk kerja. Sementara di dunia kerja tanpa keahlian mana bisa, susah. Nah tantangan itulah yang di jawab lewat kursus-kursus ini. Harapan kita semoga para anak muda, selaku penerus bangsa bisa lebih maju dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman," pungkasnya.

Di tempat yang sama, pendiri dan owner YPCC, Lie Michael menyebut, peresmian YPCC  di tahun 2019 dengan fasilitas lengkap dan kualitas terjamin. Juga ditunjang pengajar yang terakreditasi sehingga dapat mencetak SDM yang berkualitas dan mampu bersaing di era teknologi modern sekarang ini.

Michael juga mengurai program kursus yang ada di YPCC. Di antaranya bidang CAD (Kursus Desain Perhiasan) CAM (Kursus Featurecam dan Kursus PowerMill). Kemudian ACCURATE (Accounting Software).

"Kami sudah punya peserta dari luar kota. Untuk masyarakat Kota Bekasi dan Jawa Barat serta Jakarta, untuk dapat pendidikan tambahan, di mana mereka tidak dapatkan di dunia pendidikan sekolah bahkan universitas," terang Michael.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar