Waspadai 4 Potensi Kerawanan Jelang Lebaran 2018

Waspadai 4 Potensi Kerawanan Jelang Lebaran 2018

Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi. (Foto: Istimewa).

(rel/rzd)

Jumat, 8 Juni 2018 | 11:39

Analisadaily (Medan) - Jelang mudik Lebaran tahun 2018, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi mengatakan, ada empat potensi gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang perlu diwaspadai oleh Polri dan stakeholder terkait.

Potensi kerawanan pertama adalah stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan. Menurut Gubsu, harga pangan kuncinya adalah bagaimana produksi. Ketahangan pangan termasuk stok daging dan sebagainya.

“Apabila terjadi kelangkaan, kita kerja sama antar daerah,” kata Erry, Jumat (8/6).

Kemudian perlunya memerhatikan jalur distribusi. Jangan sampai bahan-bahan yang dibutuhkan masyarakat kosong di pasaran, padahal produksinya berjalan lancar.

“Di sini tugas Satgas Pangan. Kalau ada spekulan-spekulan yang memanfaatkan momentum hari-hari besar untuk mendapatkan keuntungan sepihak harus ditindak,” ujarnya.

Kerawanan kedua yang jadi prioritas adalah keselamatan arus mudik dan balik. Tempat wisata dan rumah ibadah jadi perhatian.

“Kita minta masyarakat untuk tetap berdisiplin berlalu lintas. Kalau petugasnya banyak tapi masyarakatnya tidak disiplin, tentu akan sulit mengatasinya,” ucapnya.

Potensi rawan ketiga yakni terjadinya bencana alam dan gangguan Kamtibnas. Hal ini mencakup copet, curat, curas, curanmor, pencurian rumah kosong, begal, dan hipnotis.

“Untuk itu para Kasatwil diharapkan mengambil langkah preventif yang diperlukan, sehingga bisa menekan potensi yang ada,” ungkap Erry.

Terorisme adalah potensi kerawanan yang terakhir atau yang ke empat. Erry mengharapkan, kejadian di Surabaya dan Riau tidak terjadi di Sumatera Utara, terutama di rumah ibadah.

“Jangan sampai kita diadu dengan isu perbedaan seperti masalah suku, agama, ras dan kelompok. Isu yang membuat perpecahan diantara kita,” tegrasnya.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumut, Brigjen Pol Agus Andrianto mengatakan, empat potensi kerawanan yang disebut Gubsu merupakan prioritas Polri bersama dengan Forkopimda.

“Dalam Operasi Ketupat 2018, Polri menyiapkan kekuatan 7.759 petugas, kemudian unsur TNI, unsur pemadam kebakaran, pramuka, Dishub, Dinas PU sebanyak 2.088 orang yang tergabung dalam satgas,” tegasnya. 

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar