Wartawan Analisa Diundang Konferensi Jurnalis Asia

Wartawan Analisa Diundang Konferensi Jurnalis Asia

Wartawan Analisa, Bambang Riyanto

(rzp/eal)

Jumat, 5 Oktober 2018 | 17:54

Analisadaily (Korea Selatan) - Global Investigative Journalism Network (GIJN) bersama Korea Center for Investigative Journalism dan Konrad Adenauer Stiftung (KAS) memberikan penghargaan kepada sejumlah jurnalis se-Asia berupa fellowship untuk menghadiri Uncovering Asia: The Third Asian Investigative Journalism Conference di Seoul, Korea Selatan, 5 hingga 7 Oktober 2018.

Salah satu penerima penghargaan itu adalah Bambang Riyanto dari Harian Analisa, Medan. Dalam suratnya, Senior Regional Programme KAS Glenn Chong menjelaskan, peserta yang meraih fellowship ditanggung segala akomodasinya, baik tiket pulang pergi dan penginapan di Millenium Seoul Hilton.

Peserta yang terpilih untuk dibiayai dikonferensi adalah mereka yang portofolionya diseleksi secara ketat oleh dewan juri. Persyaratan khusus adalah pernah melakukan liputan investigasi sekurang-kurangnya lima kali, dan berkenan membuat resume kegiatan usai acara, serta melakukan pelatihan kecil tentang tema-tema yang diikuti sepulangnya dari konferensi.

Direktur Program GIJN, David Kaplan, dalam kata sambutannya mengatakan, Investigative Journalisme Asia adalah bagian dari GIJN, diselenggarakan dua tahun sekali dan 2018 adalah pelaksanaannya di Korea Selatan.

Pada tahun ini peserta yang terlibat ada 440 jurnalis dari 48 negara dengan 12 pembicara dan moderator serta terdiri dari 60 sesi diskusi panel. Tiket konferensi habis terjual.

"Kami merasa perlu terus mendukung kegiatan yang dikhususkan untuk jurnalis investigasi ini. Sebab investigasi membutuhkan jaringan dan dukungan yang luas. Dengan bergabungnya para jurnalis investigasi yang tidak hanya dari Asia namun juga Eropa, maka diharapkan liputan investigasi mampu mengungkap persoalan-persoalan yang lebih besar dan pada akhirnya menciptakan dunia yang lebih baik," kata David Kaplan, Jumat (5/10), sembari mengatakan dalam waktu dekat akan digelar konferensi jurnalis investigasi dunia yang akan diselenggarakan di Hamburg, Jerman.

Bambang Riyanto sendiri telah melakukan beberapa liputan investigasi di Sumatera Utara, di antaranya persoalan Pemilukada di Deliserdang (2013) dan Nias Selatan (2014), investigasi data harta kekayaan pejabat daerah di Pakpak Bharat (2015), ikut membantu investigasi illegal fishing dan dikirim ke China dalam program Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) (2016).

Selain itu, Bambang juga pernah mengikuti pelatihan training of trainer jurnalisme data oleh Jaringan Indonesia untuk Jurnalisme Investigasi (2017) dan meraih fellowship dari Free Press Unlimited untuk liputan investigasi bersama TEMPO dan Malaysia Kini tentang perdagangan manusia dari Indonesia-Malaysia yang meraih penghargaan Honorable Mention The Society of Publishers in Asia (SOPA) Awards (2018).

(rzp/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar