Warga Tanjungbalai-Asahan di Jakarta Gelar Halal Bihalal

Warga Tanjungbalai-Asahan di Jakarta Gelar Halal Bihalal

Halal bihalal GOTAS di Jakarta

(aln/eal)

Senin, 17 Juli 2017 | 20:44

Analisadaily (Jakarta) - Ratusan warga asal Tanjungbalai, Sumatera Utara, yang belajar dan bekerja di Jakarta, melaksanakan halal bi halal di Gedung PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya Jakarta.

Kegiatan yang penuh keakraban itu dilaksanakan oleh Pengurus Gerakan Orang Tanjungbalai Asahan (GOTAS) serta dihadiri oleh Mahadi Sinambela, politikus senior Partai Golkar yang pernah menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga dimasa Gus Dur. Mahadi merupakan putra asli Kota Tanjungbalai.

Selain itu, juga hadir Riza Damanik selaku Ketua Dewan Penasehat GOTAS yang juga Tenaga Ahli Utama Deputi V Kantor Staf Kepresidenan Bidang Kemaritiman. Tampak juga empat anggota DPRD Kota Tanjungbalai yang jauh-jauh menyempatkan diri ke Jakarta yaitu Hamdayani, Teddy Erwin, Suhibbon Sinaga dan Antoni Darwin Nasution.

Ketua Umum GOTAS, Yasser Arafat Ritonga, mengharapkan silaturahmi dalam bentuk halal bi halal ini bisa terus berlanjut dan menjadi media membangun jejaring ekonomi lokal, nasional dan internasional.

Baginya, jaringan ekonomi yang kuat, bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat Tanjungbalai-Asahan.

"Potensi-potensi orang Tanjungbalai di Jakarta sangat besar, banyak yang sudah menjadi tokoh nasional, memiliki posisi strategis di berbagai lembaga pemerintah dan swasta," kata Yasser Arafat, Senin (17/7).

Dengan hadirnya GOTAS, sambungnya, bisa menjadi wadah orang Tanjungbalai-Asahan di Jakarta, bisa saling bertukar pengalaman, peluang usaha dan saling membantu di rantau orang. "

"Amanah orang tua kita saat di rantau orang, sanak saudara cari dahulu, kalau ada saudara dari Tanjungbalai Asahan, kenapa tidak dicari dulu," imbuhnya.

Mahadi Sinambela yang datang menggunakan bantuan kursi roda sebagai orang yang dituakan oleh masyarakat Tanjungbalai, menyampaikan agar silaturahmi orang Tanjungbalai-Asahan dijaga.

"Selama ini orang mengenal Tanjungbalai karena dua hal, kalau bukan narkoba, perdagangan manusia, ini sungguh ironis sekali. Mari, dengan adanya silaturahmi rutin bisa mendorong orang Tanjungbalai mempromosikan apa saja yang baik dari Tanjungbalai dan melestarikan budaya yang baik, tidak hanya suka nongkrong di kedai sambil bakombur saja," ucap Riza Damanik.

(aln/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar