Warga Labura Temukan Jejak dan Kotoran Harimau Sumatera

Warga Labura Temukan Jejak dan Kotoran Harimau Sumatera

llustrasi. Harimau
 

(jw/eal)

Selasa, 13 Agustus 2019 | 16:29

Analisadaily (Labura) - Warga Dusun Kampung Baru, Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, kembali dihebohkan dengan munculnya Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae).

Kepala Bidang Wilayah II Pematangsiantar BBKSDA Sumut, Seno Pramudita, mengatakan kemunculan harimau diketahui warga dari suaranya. Selain itu jejak dan kotorannya juga ditemukan di pinggiran sungai dekat permukiman warga.

"Informasi dari masyarakat kita terima pada Jumat (9/8) kemarin. Ada terdengar suara dan jejak harimau, kemudian ada bekas kotoran yang diduga dari Harimau Sumatera," kata Seno kepada Analisadaily.com, Selasa (13/8).

Seno menuturkan hari Sabtu (10/8) malam, suara harimau kembali terdengar. Suaranya terdengar sekitar pukul 19.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Kemudian tim dari BBKSDA Wilayah II melakukan patroli di kawasan tersebut.

"Tim dari BKSDA kemudian menurunkan petugas ke lokasi untuk menenangkan warga dan kita juga memasang kamera trap untuk mengantisipasi harimau tersebut," tuturnya.

"Petugas juga melakukan pemantauan hingga Senin (12/8) pukul 02.00 WIB," sambung Seno.

Lebih lanjut, Seno menjelaskan, setelah matahari terbit, petugas kembali melakukan patroli. Saat melakukan patroli petugas menemukan bekas kotoran yang terbaru dekat dengan bekas kotoran lama yang pertama kali dijumpai.

"Posisi kotoran baru berada di dalam air sungai kecil," jelasnya.

Seno mengungkapkan, jejak yang ditemukan belum begitu jelas. Namun diperkirakan jejak itu milik harimau dewasa. Saat ini petugas BBKSDA masih berada di kawasan tersebut untuk mengumpulkan informasi terkait keberadaan si belang.

Mereka berencana memasang kamera trap di 3 titik yang diperkirakan menjadi daerah lintas satwa untuk memastikan keberadaan harimau.

"Kemungkinan penyebab harimau masuk ke perkampungan bisa karena sakit, bisa kena jerat, keracunan atau sudah tua. Selain itu harimau tersebut keluar hutan karena kalah bersaing di hutan sehingga dia pergi mencari lokasi lain," ungkapnya.

Sampai saat ini pihak BBKSDA juga melakukan pertemuan dengan warga untuk membicarakan kemunculan harimau. Mereka melakukan sosialisasi mengenai upaya dan cara pencegahan agar masyarakat tidak cemas.

"Kami meminta masyarakat tenang dan tidak keluar sendirian, terutama di malam hari. Intinya kita mengimbau kalau ada konflik dengan harimau atau harimau keluar, laporkan. Jangan dibunuh, kalau bisa diusir misalnya dengan suara keras. Kalau tidak bisa, terpaksa kita evakuasi," tukasnya.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar