WALHI: Zero Waste City untuk Keadilan Ekologis

WALHI: Zero Waste City untuk Keadilan Ekologis

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, dan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin saat mengikuti peringatan Hari Bumi Internasional di Medan, Minggu (22/4)

(aa/csp)

Minggu, 22 April 2018 | 16:47

Analisadaily (Medan) – Direktur Eksekutif Nasional WALHI, Nur Hidayati mengatakan, persoalan sampah merupakan salah satu persoalan besar yang terjadi di Indonesia.

Sebab sampah di Indonesia tidak hanya menimbulkan permasalahan di darat tapi juga menimbulkan permasalahan di lautan

Hal itu disampaikan pada peringatan Hari Bumi Internasional, Minggu (22/4) saat menyerahkan konsep Medan Zero Waste City 2020 kepada Pemko Medan.

Ia menyebut, Zero Waste City merupakan prinsip ketika sebuah kota dalam melakukan proses pengelolaan sampah tidak menghasilkan sampah ke tempat pemrosesan akhir.

"Zero Waste berarti mendesain dan mengelola produk secara sistematis untuk mengurangi dan menghindari besarnya volume dan racun dari sampah. Menjaga dan memulihkan sumber daya dengan tidak membakar ataupun menimbunnya," kata Nur.

Oleh karenanya, Nur melanjutkan, peringatan ini dapat dijadikan momentum memperluas gerakan penyelamatan lingkungan hidup di Indonesia baik di desa dan kota untuk mewujudkan keadilan ekologis.

"Salah satu upayanya adalah mengubah cara pandang ekonomi linier yang pada akhirnya menghasilkan persoalan di hulu seperti penghancuran hutan,” sambungnya.

“Dan, persoalan sampah di kota-kota pada bagian hilirnya termasuk ancaman bagi ekologi sungai yang mengancam sumber kehidupan masyarakat.”

Selain di Medan-Sumatera Utara, tambahnya, Hari Bumi juga diperingati WALHI dan organisasi masyarakat sipil di berbagai daerah lain seperti Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Aceh, Jambi, Riau, Maluku, dan sebagainya.

Peringatan Hari Bumi di Medan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, dan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin.

(aa/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar