Walhi Bentuk Tim Investigasi Ungkap Kematian Golfrid

Walhi Bentuk Tim Investigasi Ungkap Kematian Golfrid

Direktur Walhi Sumut, Dana Prima Tarigan (dua kanan)

(jw/eal)

Selasa, 15 Oktober 2019 | 21:48

Analisadaily (Medan) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara membentuk tim investigasi internal untuk mengumpulkan fakta-fakta terkait kematian kuasa hukum mereka, Golfrid Siregar.

Direktur Walhi Sumut, Dana Prima Tarigan, mengatakan tim investigasi yang telah bekerja sejak lima hari lalu bertugas mencari fakta kasus kematian Golfrid. Sebab mereka menilai ada sejumlah kejanggalan yang belum diungkapkan polisi dalam menangani kasus ini.

"Tim ini terbentuk dari organisasi Walhi yang jumlahnya 48, KontraS dan Peradi yang merupakan kuasa hukum keluarga," kata Dana, Selasa (15/10).

Tim ini akan mengumpulkan data dan fakta di lapangan yang kemudian dirampungkan pada Kamis (17/10) mendatang. Data dan fakta temuan itu akan diserahkan ke Polda Sumut dan kemudian meminta kepolisian membentuk tim independen pencari fakta untuk mengusut tuntas kasus ini.

"Harapannya Polda mau membuka diri dan terbuka. Tujuan kita sama-sama baik agar tidak terjadi kecurigaan dan satu persepsi terkait kasus ini," ungkap Dana.

Pihaknya meminta polisi membentuk tim independen, karena sejauh ini masih ada sejumlah kejanggalan yang belum terungkap. Polisi sendiri hingga belum belum membeberkan secara utuh terkait kasus kematian Golfrid, terutama kejadian sebelum korban ditemukan terkapar di Underpass Titi Kuning.

Menurut Dana, saksi-saksi di TKP yang diperiksa juga masih sebatas yang mengetahui kejadian setelah Golfrid mengalami kecelakaan. Belum ada yang secara gamblang diungkapkan polisi mengetahui ada kecelakaan di sana.

"Sejauh ini, fakta-fakta yang diungkapkan kepolisian juga masih seputar fakta sesaat setelah Golfrid mengalami kecelakaan," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mempertanyakan soal analisis hasil olah TKP pihak polisi yang menyebut Golfrid mengalami kecelakaan tunggal. Sebab, sejauh ini tidak ditemukan bekas darah yang banyak di jalan, dan luka-luka pada tubuh korban, terutama lebam pada bagian mata tak menunjukkan tanda-tanda bekas kecelakaan.

"Terlalu cepat Polda menyimpulkan bahwa ini adalah kecelakaan tunggal," terang Dana.

Dana juga menambahkan bahwa tim independen pencari fakta ini dibentuk agar kasus ini bisa lebih transparan, akuntabel dan tidak saling mencurigai.

"Tapi sampai sekarang kita juga masih menunggu hasil visumnya, hasil analisisnya. Penggalan cerita yang belum diungkapkan polisi itu juga harus menjadi atensi polisi untuk mengungkapkannya," tukasnya.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar