Wagubsu Dukung Pagelaran Seni Budaya Milad Istana Maimun

Wagubsu Dukung Pagelaran Seni Budaya Milad Istana Maimun

Nurhajizah menerima audiensi Ketua I Yayasan Al-Makmun Sultan Al-Rasyid, Tengku Ma'moon Al-Rasjid.

(rel/rzp)

Jumat, 13 April 2018 | 17:24

Analisadaily (Medan) - Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung, sangat mendukung akan diselenggarakannya pagelaran seni budaya Melayu, sekaligus pagelaran perayaan Milad Istana Maimun yang ke-130 tahun.

Hal itu disampaikan Nurhajizah ketika menerima audiensi Ketua I Yayasan Al-Makmun Sultan Al-Rasyid, Tengku Ma'moon Al-Rasjid, di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan.

Dikatakan Nurhajizah, kegiatan yang menyangkut budaya, khususnya Istana Maimun sudah seharusnya menjadi agenda tahunan di Sumut. Selain bisa mengingatkan masyarakat pada Istana Maimun yang tidak hanya menjadi objek wisata di Medan, juga dapat menjadi situs sejarah istana melayu terbesar di Indonesia.

"Saya sangat setuju bila pagelaran Milad Istana Maimun menjadi agenda tahunan, agar kita tetap mengetahui sejarah dan bisa menjadi daya tarik wisata baik dalam maupun mancanegara," katanya, ditulis Analisadaily.com, Jumat (13/4).

Menjalin Silaturahmi Sesama Warga Melayu

Untuk itulah, pihak yayasan Al Makmun Sultan Al-Rasyid yang dipimpin Tengku Ma'moon Al-Rasjid bertekat melakukan acara pagelaran seni budaya Melayu, dan perayaan HUT tersebut diadakan setiap tahun tepatnya bulan Agustus.

Menurutnya, acara ini ibaratnya menjalin silaturahmi sesama warga Melayu di tanah air, juga negara serumpun yang mayoritas melayu seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Di pagelaran nanti tidak hanya mengundang raja atau keluarga sultan Melayu yang ada di tanah air, juga negara lain seperti Malaysia dan Brunei Darussalam (Asia Tenggara) yang masyarakatnya mayoritas Melayu.

"Karena ini menjadi ajang silaturahmi dan mempererat hubungan sesama suku Melayu diantara berbagai negara tersebut," papar Tengku Ma'moon Al-Rasjid, didampingi sejumlah panitia milad, T Nur Azan, Arfandy, M Sundary, dan Ira Marian.

(rel/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar