Wagub Sumut Dukung Rencana Penerapan Cashless Pelayanan Publik

Wagub Sumut Dukung Rencana Penerapan Cashless Pelayanan Publik

Wagub Sumut, Musa Rajekshah, menerima kunjungan Head of Government Relations Sumatera PT Aplikasi Anak Bangsa (Gojek Indonesia) Muhammad Ruslan (Istimewa)

(rel/rzd)

Sabtu, 13 Juli 2019 | 16:52

Analisadaily (Medan) - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah atau biasa disapa Ijeck menerima kunjungan dari Head of Government Relations Sumatera PT Aplikasi Anak Bangsa (Gojek Indonesia) Muhammad Ruslan beserta rombongan, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Kota Medan.

Dalam kunjungan tersebut, pihak Gojek menyampaikan keinginan untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terkait penerapan sistem pembayaran cahsless atau non tunai dalam pelayanan publik. Nantinya, aplikasi yang dipakai untuk melakukan transaksi tersebut adalah dompet virtual milik Gojek yang dikenal dengan Gopay.

Ijeck menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, sesuatu yang memudahkan dan mempercepat pelayanan bagi masyarakat tentu harus didukung. Selama tujuannya baik dan manfaatnya banyak untuk masyarakat Sumut, pemerintah sudah pasti mendukung.

“Untuk teknisnya nanti, bisa kordinasi langsung dengan dinas-dinas terutama yang menyangkut bagian pelayanan,” kata Ijeck, Sabtu (13/7).

Selain memudahkan dan mempercepat proses pelayanan, Ijeck menilai pembayaran digital merupakan opsi transaksi yang perlu dipertimbangkan untuk mulai ditingkatkan penggunaannya dalam proses transaksi sehari-hari. Pembayaran digital merupakan salah satu jenis transaksi yang memiliki rekam jejak lebih transparan.

“Pembayaran digital ini pada umumnya memiliki alur yang terorganisir, jelas alurnya. Jejak uang yang dikirimkan jelas masuk ke siapa dari siapa. Ini mengurangi celah-celah untuk melakukan penyelewengan-penyelewengan dalam pelayanan publik yang bisa merugikan,” jelasnya.

Perlu dilakukan kajian lebih lanjut terkait dinas-dinas mana yang sesuai untuk menggunakan layanan dompet digital. Juga perlu dilakukan sosialisasi, khususnya bagi masyarakat, sebelum pelayanan tersebut benar-benar terlaksana di lapangan.

Head of Government Relations Sumatera PT Aplikasi Anak Bangsa (Gojek Indonesia), Muhammad Ruslan menyampaikan, satu motif rencana kerja sama penerapan pembayaran non tunai ini adalah untuk mendukung perwujudan praktik Smart Cities di Provinsi Sumut.

“Konsep utama dari Smart Cities ini adalah pengintegrasian TIK dalam pengembangan dan pelayanan kota atau daerah. Melalui Gopay, bisa memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi. Misalnya pembayaran listrik, pajak, dan lainnya,” ujar Ruslan.

Kemudahan pembayaran ini akan meminimalisir berbagai faktor yang memperlambat pelayanan publik. Misalnya, bagi yang tidak sempat melakukan pembayaran karena sibuk bisa teratasi karena pembayaran lewat Gopay hanya lewat telepon seluler.

Ruslan juga menyampaikan, Gojek berminat untuk mengembangkan ekosistem bisnis Green Economy dengan mengurangi penggunaan plastik. Setiap driver Gofood yang membawa makanan nantinya akan diberikan reuseable bag atau tas daur ulang yang diproduksi oleh UKM lokal di Sumut.

“Kita berdayakan masyarakat, kemudian kita kurangi sampah plastik,” ucapnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar