Wagub Pastikan Tak Ada Lagi Warga di Pengungsian Sinabung

Wagub Pastikan Tak Ada Lagi Warga di Pengungsian Sinabung

Penyerahan kunci huntara kepada korban erupsi Gunung Sinabung oleh Wagubsu, Nurhajizah Marpaung, Kamis (11/1)

(jw/eal)

Kamis, 11 Januari 2018 | 21:28

Analisadaily (Karo) - Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung menyebut, saat ini tidak ada lagi korban erupsi Gunung Sinabung yang tinggal di lokasi pengungsian. Hal itu disampaikannya saat melakukan pembukaan kunci Hunian Sementara (Huntara) di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Kamis (11/1).

Hadir bersamanya Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Karo Cory Sebayang, Perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Perwakilan Kementerian PU-Pera, dan unsur FKPD Karo. Sementara Wagub didampingi Kadis Lingkungan Hidup Sumut Hidayati, Staf Ahli Bidang Ekbang Binsar Situmorang dan BPBD Sumut.

"Kalau ada sesuatu menimpa kita, bagaimanapun kita harus tetap kompak dan kerjasama. Apalagi ini (erupsi) sudah cukup lama berlangsung, makanya kita harus sabar dan bersyukur dalam kondisi apapun," ujar Wagub di hadapan ratusan warga.

Nurhajizah mengingatkan masyarakat yang ada agar tidak perlu marah kepada siapa pun, terutama kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebab menurutnya setiap musibah yang terjadi, pasti akan ada hikmah kebaikan di balik itu.

Namun Wagub tetap berharap keberadaan warga di huntara tidak terlalu lama, sebelum pindah ke hunian tetap (huntap) yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah.

"Kami juga ingatkan kepada warga, jangan ada yang coba mendekati dan melewati zona merah. Meskipun kami tahu, sebagian besar disini adalah petani," ucap Wagub.

Dalam penanganan pengungsi, lanjut Wagub, pemerintah terus berusaha mencari cara agar warga tidak lagi berada di pengungsian. Hal ini dibuktikan dengan telah masuknya ratusan KK ke huntara yang berada di Desa Ndokum Siroga 1, 2 dan 3, yang sejak dua hari lalu masyarakat sudah mulai membersihkan lokasi hunian dan memindahkan barang-barang rumah tangga.

Sementara Bupati Karo, Terkelin Brahmana mengatakan, huntara bukanlah hunian yang sempurna. Karena itu pihaknya berharap masyarakat yang tinggal di lokasi tersebut bisa memaklumi keterbatasannya. Sedangkan soal kekurangan yang mungkin masih menjadi kendala bagi warga, akan segera diperbaiki.

"Kepada Kepala Desa dan Camat, mohon diperhatikan kebutuhan primer warga seperti lampu penerangan. Semua yang terkait, kita minta agar peka terhadap kondisi yang ada. Karena itu juga kami berterimakasih kepada pemerintah pusat dan provinsi," sebut Terkelin.

Dalam peresmian tersebut, Dandim 02/05 Tanah Karo, Letkol Taufik Rizal, sekaligus Dansatgas Tanggap Darurat menyebutkan bahwa masyarakat tidak akan dibiarkan. Sebab menurutnya, dengan proses relokasi yang terus berjalan, pemerintah hadir untuk warga, baik pusat, provinsi dan Kabupaten Karo.

"Sebagaimana disampaikan Pak Bupati, kalau ada persoalan kecil kita selesaikan, kita tuntaskan. Persoalan yang besar mari kita rembugkan dan koordinasi. Karena disini ada pemerintah, Kodim dan Polres. Apalagi sudah 7 tahun ini terjadi, karena itu kita harus berterima kasih atas perhatian pemerintah ini," katanya.

Selain penyerahan kunci huntara kepada pengungsi yang terdampak erupsi Gunung Sinabung oleh Wagub Nurhajizah, Pemprov Sumut juga memberikan bantuan uang tunai berupa tabungan yang diberikan kepada setiap KK.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar