Wabah Virus Hog Cholera Sebabkan 4.682 Ekor Babi di Sumut Mati

Wabah Virus Hog Cholera Sebabkan 4.682 Ekor Babi di Sumut Mati

Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Azhar Harahap

(jw/rzd)

Rabu, 6 November 2019 | 18:22

Analisadaily (Medan) - Virus hog cholera mewabah di 11 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut). Hingga 5 November 2019, tercatat 4.682 ekor babi mati karena serangan virus yang bisa menyebar lewat udara ini.

Tak terkecuali bangkai babi yang mengapung di Sungai Bedera dan Danau Siombak, diduga kuat karena terserang virus tersebut.

Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Azhar Harahap mengatakan, 11 kabupaten/kota tersebut, Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Samosir.

"Awalnya laporan adanya kematian ternak babi terjadi di Dairi, 25 September 2019. Berdasarkan laporan, keesokan harinya kita turun ke Dairi. Kematian yang sama juga terjadi di Humbang Hasundutan, Karo, dan Deli Serdang," kata Azhar, Rabu (6/11).

Menurut Azhar, dari sampel darah yang telah mereka ambil, ternyata babi-babi tersebut terjangkit virus hog cholera. Virus itu tidak bisa dilakukan pengobatan, yang bisa dilakukan upaya pencegahan, termasuk dalam hal kebersihan atau sanitasi, pemberian desinfektan, vaksinasi, dan vitamin.

"Ada 9 rekomendasi mencegah penyebaran hog cholera. Seperti meminimalisir perpindahan ternak babi antar desa, kecamatan, dan kabupaten/kota. Saat ini jumlah kematian ternak babi di Sumut sudah mencapai 4.682 ekor," jelasnya.

Selain meminimalisir perpindahan ternak, juga harus dilakukan penguburan terhadap ternak yang sudah mati. Begitupun jika ada penyembelihan, darahnya juga harus dibuang ke dalam tanah. Bukan dibuang ke sungai atau hutan.

"Karena itu bisa berdampak pada percepatan penyebaran ke ternak yang lain dan mengganggu ketentraman masyarakat," ucapnya.

Namun demikian, keberhasilan pencegahan itu tergantung kepada masyarakatnya. Karena tidak semua bisa terpantau pemerintah. Contohnya, banyaknya bangkai babi yang ditemukan mengapung di Sungai Bedera diduga kuat juga terjangkit hog cholera.

"Saya yakin itu kena hog cholera juga. Tapi untuk penyakit tidak bisa menduga-duga. Harus dari hasil laboratorium. Kita sudah perintahkan Dinas Peternakan Medan untuk mengambil sampelnya di lapangan, di Siombak itu," terang Azhar.

Hanya Menyerang Babi

Hog cholera atau kolera babi sampai saat ini hanya menyerang babi. Meski penularannya bisa terjadi melalui udara, hingga kini belum ditemukan virus menular ke manusia. Ternak babi yang terkena hog cholera masih aman dikonsumsi.

Azhar menegaskan, perlu diingat hog cholera berbeda dengan African Swan fever (ASF). Hingga saat ini yang menyerang pada ternak babi di Sumut masih hog cholera.

"Jika ditemukan adanya serangan ASF, maka yang menyatakan itu kewenangan Menteri Pertanian," tegasnya.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar