USU Gelar Nobar Sidang Sengketa Pilpres 2019

USU Gelar Nobar Sidang Sengketa Pilpres 2019

Nonton bareng sidang sengketa Pilpres 2019 di USU, Jumat (14/6)

(jw/eal)

Jumat, 14 Juni 2019 | 14:40

Analisadaily (Medan) - Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar nonton bareng (nobar) sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum USU, Faisal Akbar Nasution, mengatakan sidang perdana sengketa Pilpres 2019 lebih banyak mendengar keterangan dari pihak pemohon.

"Sidang pertama ini hanya mendengar pihak pemohon. Sidang ini juga sama dengan sidang-sidang lainnya apakah itu perdata, pidana, tata usaha negara. Dan sidang selanjutnya baru mendengar pihak lawan," kata Faisal di Gedung Peradilan Semu USU, Jumat (14/6).

"Selain nobar kita juga nantinya ada video konpers," sambungnya.

Faisal menjelaskan bahwa nobar sidang sengketa Pilpres 2019 tidak hanya digelar di USU, namun juga di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia

"Untuk acara ini tidak hanya USU, tapi semua perguruan tinggi negeri di Indonesia yang bekerja sama dengan MK. Perguruan tinggi itu memfasilitasi video konpers ini," jelasnya.

Faisal mengungkapkan bahwa acara ini dilakukan untuk mengefisienkan para saksi-saksi yang ada di Sumut sehingga tidak perlu datang langsung ke Kantor Mahkamah Konstitusi di Jakarta.

"Tidak hanya ini, Pileg atau pengujian undang-undang yang menghadirkan saksi-saksi dari daerah cukup disini aja gak perlu datang ke Jakarta, karena biaya yang tinggi mulai dari ongkos dan yang lain. Itu kan menjadi beban. Kalau seperti ini kan bisa lebih efektif dan efisien," pungkasnya.

"Tidak hanya pada sidang pertama ini aja, sampai sidang sengketa Pilpres selesai kita terus memantau melalui video konpers," jelasnya.

Sementara pantauan Analisadaily.com di lokasi nobar, yakni Gedung Peradilan Semu USU masih relatif sepi.

"Kenapa sepi, karena ini kan sidang pertama dan kami juga belum melakukan sosialisasi. Nanti kami akan melakukan sosialisasi," tukas Faisal.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar