USM-Indonesia Jadi Mitra BKKBN Wujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang

USM-Indonesia Jadi Mitra BKKBN Wujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang

Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia menjadi mitra BKKBN untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas, Senin (8/10)

(rzp/csp)

Senin, 8 Oktober 2018 | 18:06

Analisadaily (Medan) - Dalam rangka menyosialisasikan isu kependudukan KB dan pembangunan keluarga (KKBK) di lingkungan Perguruan Tinggi, Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara gelar kuliah umum implementasi pendidikan kependudukan.

Sosialisasi digelar di Ign.Washington Purba Hall, Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, Jalan Kapten Muslim, Nomor 79, Kota Medan, Senin (8/10).

Melalui kegiatan ini, USM-Indonesia menjadi mitra BKKBN mencapai visi BKKBN, mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kerja Sama (MoU) antara USM-Indonesia dengan BKKBN Sumut. Dilanjutkan dengan peresmian Pojok Kependudukan Tingkat Perguruan Tinggi, yang merupakan wadah perpustakaan tentang kependudukan.

Rektor USM-Indonesia, Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes dalam sambutannya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas kesediaan BKKBN Sumut memberikan materi implementasi pendidikan kependudukan ini.

Menurut Rektor, hal ini adalah sebuah kesempatan yang sangat baik, dimana Perguruan Tinggi ikut terlibat menyosialisasikan KKBK.

"Tepat sekali kegiatan ini, masalah kependudukan masih jadi tantangan ke depan, banyak terjadi perubahan nilai dalam era disrupsi teknologi atau lebih dikenal era revolusi industri 4.0. Melalui kegiatan ini, kita bisa bersama-sama merancang apa yang yang akan terjadi di masa depan, dan bisa mengantisipasinya," katanya.

Kuliah Umum menghadirkan Direktur Kerja Sama Pendidikan Kependudukan BKKBN Pusat, Ahmad Taufik, MAP, Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Drs. Temazaro Zega, M.Kes, dan Kepala Bidang Pengendalian Kependudukan Perwakilan BKKBN Sumut Anthony, S.Sos.

Pada pemaparan-nya Temazaro Zega menjelaskan, tujuan program KKBPK untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk, menurunkan angka kelahiran total (TFR) per WUS (15-49 thn), meningkatkan pemakaian kontrasepsi (CPR), menurunkan kebutuhan ber KB yang tidak terpenuhi, serta menurunkan kehamilan yang tidak diinginkan dari WUS (15-49 thn).

"BKKBN juga ikut serta dalam mengkampanyekan penyelamatan melalui program 1000 hari pertama kehidupan (HPK)," ucapnya.

Sementara itu, Ahmad Taufik, menjelaskan tentang kebijakan & strategi pendidikan kependudukan. Kebijakan yang dimaksud termasuk penguatan kerja sama pelaksanaan pendidikan kependudukan, dukungan materi pendidikan kependudukan, serta pembinaan pelaksanaan pendidikan kependudukan.

Selanjutnya adapun strategi yang digunakan, misalnya melalui jalur formal seperti perguruan tinggi peduli kependudukan. Adapun kegiatan yang bisa dilakukan melalui kegiatan kemahasiswaan, perkuliahan, penelitian perpustakaan program KKBPK/Pojok Kependudukan.

"Yang paling diperlukan adalah implementasi masalah kependudukan ini, karena Indonesia sangat serius menyeimbangkan peduduk Indonesia," ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti para mahasiswa dan dosen sivitas akademika USM-Indonesia yang berjumlah 150 orang, terdiri dari mahasiswa Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan USM-Indonesia.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar