Usai Operasi Pemisahan, Bayi Kembar Siam Dalam Pantauan Tim Dokter

Usai Operasi Pemisahan, Bayi Kembar Siam Dalam Pantauan Tim Dokter

Bayi kembar siam sebelum menjalani operasi di RS Adam Malik Medan

(jw/eal)

Selasa, 17 Oktober 2017 | 15:11

Analisadaily (Medan) - Pasca operasi pemisahan bayi kembar siam di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, tim dokter masih melakukan pemantauan secara ketat.

Sekretaris Tim Penanganan Bayi Kembar Siam, dr. Rizky Adriansyah SpA (K) mengatakan, saat ini Sahira-Fahira masih dalam pemantauan ketat oleh tim dokter karena kondisinya belum melewati 24 jam pertama. Sebab itu, tim dokter masih menunggu reaksi setelah dilakukan pemisahan terhadap Sahira-Fahira.

"Kalau sudah 24 jam pertama terlewati mudah-mudahan nanti kita akan masuk ke 4x24 jam berikutnya. Mudah-mudahan kondisinya lebih baik dan mohon doanya. Jika tidak ada kendala apapun lagi, tidak ada operasi berikutnya," kata dr. Rizky di RS Adam Malik, Selasa (17/10).

Menurutnya, tim dokter melalukan operasi tanpa menggunakan tissue expander atau memasukkan jaringan di bawah kulit milik kedua bayi yang dijadikan sebagai kulit cadangan perut setelah operasi. Tim dokter hanya memanfaatkan dan memaksimalkan kulit yang ada.

"Dalam menangani operasi kembar siam ini, ada 50 dokter yang membantu proses pemisahan tersebut," jelasnya.

Seperti diketahui, operasi pemisahan terhadap dua bayi berjenis kelamin perempuan tersebut dilakukan pada Senin (16/10) pukul 08.30 WIB dan selesai pada pukul 18.45 WIB.

Sahira-Fahira merupakan bayi asal Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Keduanya saat ini berusia 6,5 bulan dan memiliki bobot total 9,4 kilogram. Fahira memiliki bobot 5,5 kilogram dan Sahira 3,9 kilogram.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar