Usai Dimandikan Jeruk Nipis 30 Kg, Patung Pancoran Tampak Lebih 'Muda'

Usai Dimandikan Jeruk Nipis 30 Kg, Patung Pancoran Tampak Lebih 'Muda'

(dtc)

Rabu, 10 September 2014 | 08:59

detikNews - Jakarta, Proses pembersihan Patung Dirgantara atau yang lebih dikenal dengan Patung Pancoran dengan jeruk nipis 30 kilogram hampir selesai. Patung ini saat ini terlihat lebih bersih dan tampak seperti baru lagi. 

Tiang-tiang penyangga yang dipasang di tubuh patung itu saat ini sudah dilepas. Tiang ini dipasang di tubuh patung ini untuk membudahkan pekerja membersihkan sisi-sisi patung tersebut. Tangga yang dipasang di tiang penyangga patung setinggi 27 meter ini juga sudah dilepas, Senin (10/9/2014). 

Yang masih terisisa di patung ini hanya jaring hitam yang digunakan untuk mencegah agar tidak ada material yang jatuh ke bawah dari patung itu. Terpal yang digunakan untuk menutup bagian bawah patung juga belum dilepas. Bendera Merah Putih yang pernah terpasang di patung ini juga sudah tidak ada. 

Setelah dimandikan jeruk nipis patung ini terlihat lebih muda. Warna patung yang tadinya kusam karena debu saat sudah terlihat warna aslinya yang berwarna hijau tua. Namun perbedaan warna patung antara sebelum dan sesudah dibersihkan tidak telalu berbeda jauh. 

Bagian yang terlihat lebih bersih adalah tiang penyangga patung ini. Tiang beton ini yang awalnya sangat kotor saat ini sudah terlihat bersih. Bagian penyangga kaki patung ini juga sudah sangat bersih sehingga bisa terlihat jelas dari jauh. 

Patung Pancoran mulai dibersihkan pada pertengahan Agustus lalu. Proses pembersihannya cukup sulit sehingga melibatkan pemanjat tebing profesional. Jeruk nipis dipakai untuk membersihkan sisa oksidasi yang ada di patung-patung tersebut.

"Kita gunakan bahan dan cara tradisional, misalnya untuk membersihkan oksidasi dengan mengunakan jeruk nipis, diikuti dengan penyikatan dan pembersihan semaksimal mungkin. Akan mengunakan sekitar 25-35 kilogram jeruk nipis," kata ahli konservatori pada UP Balai Konservasi Hubertus Sadirin pada Selasa (12/8) lalu.

Hebertus mengatakan, bahan yang terkandung dalam air jeruk nipis, yaitu asam nitrat yang dapat menghilangkan korosi. Penggunaan bahan kimia dibatasi apabila secara teknis memang diperlukan dan dibatasi pada dosis yang rendah.

"Kemudian diikuti dengan pembersihan dengan cara penyikatan dengan sikat halus secara hati-hati agar tidak merusak platina benda. Kemudian dibilas dengan aquadest atau air bebas mineral, hingga dengan alkohol teknis untuk membantu percepatan pengeringan. Setelah kering diolesi dengan bahan pelindung bahan resin untuk melindungi dari kelembaban udara," jelas Hebertus.

Prose konservasi ini memakan waktu selama dua bulan. Patung Dirgantara (Pancoran) akan dilakukan pada 11 Agustus hingga 19 September 2014. Sedangkan patung Diponegoro yang berada di Monas akan dilakukan pada 17 September hingga 2 Oktober 2014. Proses konservasi kedua patung ini memakan biaya Rp 566 juta. (nal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar