Ungkap Kasus Narkoba, Polda Sumut Sita 17 Kg Sabu dan 2.000 Ekstasi

Ungkap Kasus Narkoba, Polda Sumut Sita 17 Kg Sabu dan 2.000 Ekstasi

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw (paling kiri).

(jw/rzd)

Senin, 23 Juli 2018 | 18:49

Analisadaily (Medan) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) mengungkap kasus peredaran narkoba jaringan internasional sindikat Malaysia-Aceh-Medan. Turut disita barang bukti narkotika golongan l jenis sabu-sabu seberat 17 kilogram dan 2.000 butir pil ekstasi.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, pengungkapan berawal dari informasi masyarakat tentang sindikat internasional yang akan mengedarkan narkotika golongan I jenis sabu dan pil ekstasi di wilayah hukum Polda Sumut, kemudian dilakukan penyelidikan secara intensif.

"Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut bergerak memprofiling jaringan tersebut. Petugas berhasil mengamankan 10 orang tersangka. Dua orang meninggal dunia setelah petugas melakukan tindak tegas terukur," kata Kapolda di depan ruang jenazah RS. Bhayangkara Medan, Senin (23/7).

Kapolda menjelaskan, para pelaku diamankan dari enam kasus yang berhasil diungkap. Penangkapan pertama dilakukan di Jalan Karya Jaya, Medan Johor, Kamis (19/7). Petugas menangkap M dan DN dengan barang bukti 2 kilogram sabu.

"Penangkapan di hari kedua dilakukan petugas pada Jumat (22/7). Petugas mengamankan seorang pria, MR (38), warga Jalan Iskandar Muda, Aceh, di Jalan Ngumban Surbakti, Pasar 8. MR diamankan beserta barang bukti 5 kilogram sabu," jelas Paulus.

Selanjutnya petugas mengetahui keberadaan dua anggota jaringan pengedar lainnya, yaitu D alias I dan AR. Mereka dihentikan saat mengendarai mobil Avanza dengan nomor polisi BK 1539 KP di Jalan Arteri Kuala Namu, Deli Serdang.

"Saat menghentikan kendaraan yang digunakan D alias I dan AR, petugas diserang menggunakan senjata api. Kemudian, petugas membalas mereka hingga keduanya tewas," ujar Kapolda.

Tidak sampai disitu, petugas juga terus melakukan pengembangan. Petugas kembali berhasil mengamankan tiga orang pembeli setelah melakukan penyamaran. Tiga orang yang diamankan berinisial JJ, I, dan DS.

Mereka diamankan di Jalan Setia Budi, Gang Kamboja, Perumahan Setia Budi. Dari tangan ketiganya disita barang bukti 1 kilogram sabu. Ketiganya mengaku mendapatkan narkoba itu dari seseorang yang berada di kawasan Kampung Kubur.

"Saat dibawa ke lokasi yang mereka sebutkan, JJ dan I mencoba melarikan diri. Keduanya ditembak pada bagian kaki," ujar Paulus.

Petugas kembali melakukan pengembangan, dan kembali melakukan penangkapan di sebuah restoran siap saji yang berada Jalan AH Nasution. Petugas meringkus MMS alias AG dengan barang bukti 5 kilogram sabu.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw. (jw)

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw. (jw)

Saat diinterogasi, MMS mengaku mendapatkan sabu-sabu itu dari seseorang di Kuala Tanjung, Batubara. Saat dibawa untuk menunjukkan lokasi, dia juga dinyatakan mencoba melakukan perlawanan, sehingga ditembak pada bagian kaki.

Pada Minggu (22/7) di Kabupaten Batubara, tepatnya di Simpang Inalum, petugas meringkus AN (48), warga Medang Deras dan barang bukti yang disita berupa 2 kilogram sabu dan 2.000 butir pil ekstasi.

"Total barang bukti narkotika golongan I yang kita amankan, 17 kilogram sabu dan juga pil ekstasi sebanyak 2.000 butir. Kita juga mengamankan 15 unit hanphone, sepucuk senjata api rakitan, 3 unit sepeda motor dan 1 unit mobil," ungkap Kapolda.

Para tersangka yang diamankan oleh petugas ini merupakan jaringan dari Malaysia-Aceh-Medan. Seluruh barang bukti narkotika jenis sabu yang disita menggunakan bungkus teh Cina "Guan Ying Wang".

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114  Ayat (2) Subs. Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman  Pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana mati, pidana seumur hidup dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar