Ungkap Kasus Narkoba Jaringan Sumut-Aceh, BNN Tembak Mati 2 Pelaku

Ungkap Kasus Narkoba Jaringan Sumut-Aceh, BNN Tembak Mati 2 Pelaku

Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko, memaparkan pengungkapan narkotika di Kantor BNNP Sumut, Senin (2/4).

(jw/rzd)

Senin, 2 April 2018 | 16:50

Analisadaily (Medan) - Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan operasi di tujuh wilayah Sumut dan Aceh. Dalam operasi ini, petugas mengamankan barang bukti 44 kilogram sabu dan 58.000 pil ekstasi.

"Selain barang bukti, petugas juga mengamankan sembilan tersangka, dua diantaranya dilakukan tindakan tegas hingga tewas," kata Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko, di Kantor BNNP Sumut, Senin (2/4).

Heru menjelaskan, operasi yang digelar BNN bekerja sama dengan BNN Provinsi Sumut dan BNN Provinsi Aceh, Bea Cukai dan Polda Sumut berlangsung sejak Rabu (28/3). Terdapat 7 lokasi penangkapan di wilayah Medan dan Aceh.

"Dari tujuh TKP, tersangka ada delapan orang. Seorang di antaranya, MTL yang menggerakkan sindikat ini melakukan perlawanan, dan mencoba melarikan diri sehingga dilakukan tindakan tegas," jelasnya.

"Dengan pengungkapan ini, BNN telah menyelamatkan lebih dari 281 ribu anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika," ujar Heru.

Pengungkapan bermula dari penangkapan KA di Jalan Raya Tanjung Pura, Km 51-52, Kebun Lada, Hinai, Langkat. Ketika itu ditemukan 1,0778 Kg sabu-sabu. Setelah dikembangkan, ditemukan tambahan 15 Kg sabu-sabu dan 58.000 butir pil ekstasi di kediamannya, Jalan Flamboyan Raya, Tanjung Selamat, Medan.

Kemudian pada Kamis (29/3) sekitar pukul 05.30 WIB, petugas BNN menangkap AS dan RP di Jalan T Amir Hamzah, Km 29, Binjai, Sumut. Dari keduanya disita 20,619 Kg sabu-sabu.

Selanjutnya dilakukan pengembangan lagi oleh petugas, kemudian di Jalan T Amir Hamzah, Km 32, Binjai, petugas menangkap tersangka MKL dengan barang bukti 1 unit mobil Honda CRV dan 5 unit hand phone (HP). Di Jalan Jembatan Kembar, Kampung Lalang, Deli Serdang, petugas meringkus ZLK. Saat itu petugas mengamankan barang bukti KTP dan HP.

Di lokasi kelima BNN mengamankan 2 orang, MTL dan RZ, di Jalan Rama Setia, Kutaraja, Banda Aceh. MTL diduga pengendali jaringan, kemudian dibawa untuk melakukan pengembangan ke Kota Lhokseumawe.

Di Jalan Soekarno-Hatta, MTL melakukan perlawanan dan melarikan diri dengan cara membuka pintu mobil dan melompat keluar dengan kondisi borgol terbuka. Petugas BNN Provinsi Aceh melakukan tindakan tegas terukur. MTL meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Tak berhenti sampai di sana, petugas BNN kemudian menangkap DS di Dusun Melati, Desa Biara Barat, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Sabtu (31/3). Dalam penangkapan itu, petugas menyita barang bukti 7 kg sabu-sabu.

"Dari interogasi mendalam, petugas menangkap tersangka MN di rumahnya, Jalan Medan-Binjai. Petugas menemukan 1 Kg sabu-sabu di kamar mandi rumahnya. Saat dilakukan pengembangan, MN juga dilaporkan mencoba melakukan perlawanan. Dia ditembak dan tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit," terangnya.

Heru menegaskan, ketujuh tersangka akan diproses sesuai UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman mati.

"Ketujuh tersangka diproses dan kita kenakan pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 113 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), dan Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1)  UU Narkotika No 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana seumur hidup," pungkasnya.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar