Ungkap Jaringan Internasional, Polisi Amankan 48 Kg Sabu dan 4 Tersangka

Ungkap Jaringan Internasional, Polisi Amankan 48 Kg Sabu dan 4 Tersangka

Pengungkapan kasus narkotika jaringan internasional.

(jw/rzd)

Rabu, 26 Desember 2018 | 18:21

Analisadaily (Medan) - Satuan Reserse (SatRes) Narkoba Polrestabes Medan berhasil mengungkap jaringan narkotika internasional dengan mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu sebanyak 48,5 Kilogram.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, jaringan narkotika internasional tersebut berasal dari jaringan Malaysia-Dumai-Medan.

"Dalam pengungkapan kasus tersebut, selain mengamankan 48,5 Kilogram sabu-sabu, petugas juga mengamankan empat orang tersangka," kata Kapolda Sumut di Mapolrestabes Medan, Rabu (26/12).

Agus menyebut, pengungkapan jaringan narkotika itu setelah mendapat informasi dari masyarakat terkait akan adanya transaksi narkoba di Jalan Sei Situmandi, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru, Sabtu (22/12).

"Setelah mendapat informasi, tim langsung menuju TKP dan menangkap salah satu pelaku bernama Abdul Bayu dengan barang bukti 3,5 Kilogram sabu-sabu," ungkapnya.

Sehari setelah penangkapan tersebut, Minggu (23/12), petugas kembali meringkus tiga tersangka lain, Junaidy Sulfan, Aminal, dan Aupek. Ketiganya diamankan di pintu keluar Tol Amplas, saat sedang membawa narkoba dari Malaysia.

"Ketika hendak diamankan, para pelaku sempat mengelabui petugas dengan menggunakan dua mobil berbeda. Namun, modus mereka berhasil diketahui oleh petugas. Atas perbuatannya, keempat tersangka bisa dijerat dengan hukuman mati," tegas Kapolda.

Barang Bukti Lain Turut Diamankan

Selain mengamankan empat tersangka dan barang bukti sabu-sabu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 40.000 butir ekstasi, 6 Kilogram keytamin, 1 unit timbangan elektronik, 1 bungkus plastik klip, 9 unit ponsel, dan 11 kartu ATM.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto menambahkan, barang haram tersebut diketahui dari Malaysia sampai di Dumai, Riau, Jumat (21/12). Rencananya akan dikirim kepada pelaku lainnya yang saat ini masih dalam pengejaran, yaitu Pak Cik.

"Kita masih melakukan pengejaran terhadap Pak Cik. Petugas saat ini tengah mengembangkan kasus peredaran narkotika internasional ini," tambah Dadang.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar