Ulos Sepanjang 500 Meter Diarak Menuju Lapangan Merdeka

Ulos Sepanjang 500 Meter Diarak Menuju Lapangan Merdeka

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, menghadiri Perayaan Hari Ulos Nasional 2019

(jw/eal)

Kamis, 17 Oktober 2019 | 18:36

Analisadaily (Medan) - Peringatan Hari Ulos Nasional 2019 di Lapangan Merdeka Medan berlangsung meriah, Kamis (17/10).

Karnaval kain ulos sepanjang 500 meter, mulai dari Wisma Benteng, Jalan Kapten Maulana Lubis dan berakhir di Lapangan Merdeka Medan, Jalan Balaikota, turut memeriahkan acara bertajuk "Batak Nampunasa Ulos" itu.

Ratusan pelajar berseragam motif ulos dari SMA HKBP Sidorame, Medan Perjuangan, tampak antusias membentangkan dan membawa kain ulos sepanjang 500 meter hingga ke Lapangan Merdeka.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, dan sejumlah tamu yang hadir menortor bersama menyambut kedatangan parade kain ulos.

Pada kesempatan itu, Edy mengajak masyarakat dan semua pihak terkait untuk bersama-sama melestarikan dan membesarkan ulos sebagai salah satu budaya lokal dari masyarakat Batak. Apalagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah menetapkan ulos sebagai warisan budaya tak benda sejak 17 Oktober 2014.

"Namun perlu gaung yang lebih besar dan melibatkan seluruh masyarakat Sumut. Ulos yang telah ada sejak 4.000 tahun lalu ini harus menjadi kebanggaan masyarakat Sumut. Ini harus kita besarkan, kalau bukan kita (masyarakat Sumut) siapa lagi," kata Edy kepada para hadirin.

Seseorang yang membesarkan nama ulos, sambung Edy, berarti juga sedang ikut membesarkan Sumut. Sebab ulos merupakan kebudayaan Sumut yang harus dijaga dan dilestarikan. Sehingga generasi ke depan masih dapat melanjutkan dan melakukan budaya tenun ulos.

Untuk itu, Edy Rahmayadi menyerukan persatuan dan mulai membesarkan budaya masing-masing di mata dunia. Menurutnya, ulos merupakan simbol perekat Sumut. Jika tidak bersatu, tidak akan pernah nama ulos menjadi besar.

"Mari jaga persatuan, kita bangun Sumut ini, mari kita ikat dengan ulos," pesan Edy.

Turut hadir Wakil Walikota Medan Ahyar Nasution, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Arsyad Lubis, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Effendy Pohan, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Ketua Yayasan Pusuk Buhit, Efendy Naibaho, mengapresiasi dukungan gubernur terhadap kebudayaan Sumatera Utara khususnya ulos. Sehingga ulos diharapkan bisa besar di mata nasional, bahkan dunia.

"Kami harapkan Gubernur tak henti-hentinya memajukan kearifan lokal di Sumatera Utara," katanya.

Efendy juga mengharapkan, perayaan tersebut ditetapkan sebagai Hari Ulos Nasional oleh pemerintah pusat. Sehingga Hari Ulos Nasional bisa dirayakan secara formal setiap tanggal 17 Oktober.

Untuk itu Efendy mengharapkan Gubernur Edy Rahmayadi dapat menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah pusat.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar