Ujian PPDB Jalur Prestasi di Sumut, 1.514 Siswa Lulus

Ujian PPDB Jalur Prestasi di Sumut, 1.514 Siswa Lulus

Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Arsyad Lubis.

(rel/rzd)

Selasa, 18 Juni 2019 | 21:20

Analisadaily (Medan) – Ujian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi tingkat SMA dan SMK telah selesai dilaksanakan. Sebanyak 3.784 siswa di Sumut yang mendaftar mengikuti ujian PPDB jalur prestasi, 1.514 peserta dinyatakan lulus.

Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Arsyad Lubis mengatakan, dari 1.514 peserta yang lulus tersebut, ada tiga peserta yang memperoleh nilai tertinggi. Tiga peserta berasal dari Padangsidempuan atas nama Josephine Kristanti asal sekolah SMAN 1 Padangsidempuan dengan nilai 78, dan dua siswa SMAN 15 Medan, Geraldo Benedictus Sinu dan Juwita Sharifuddin. Masing-masing mendapat nilai 74.

“Sekolah yang mengikuti jalur prestasi di Sumut 59 SMA dari lebih kurang 34 kabupaten dan kota. Jumlah sekolah di Sumut ada 724 SMA,” kata Arsyad, Selasa (18/6).

Dijelaskannya, ujian dilaksanakan pada tanggal 14, 15, dan 17 Juni 2019. Syarat bagi sekolah yang boleh menerima siswa melalui tes jalur prestasi adalah sekolah yang memiliki akreditasi A, dan harus memiliki sarana serta prasarana yang memadai, dan memiliki jumlah guru yang cukup.

“Siswa yang mendaftar ujian harus memiliki nilai Ujian Nasional atau UN rata-rata minimal 70,0,” jelasnya.

Bagi siswa yang tidak lulus jalur prestasi, mulai tanggal 19 hingga 25 Juni 2019 diperbolehkan mendaftarkan diri melalui jalur zonasi. Untuk jalur zonasi berdasarkan titik koordinat Kartu Keluarga (KK).

“Akan dihitung jarak rumah anak dengan sekolah. Semakin dekat dengan sekolah tempat tinggal, semakin besar peluang mencari sekolah,” sebut Arsyad.

Dinas Pendidikan Sumut mulai tahun 2019 untuk ujian jalur zonasi sudah terhubung dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Hal ini untuk menghindari berbagai kecurangan yang berpotensi terjadi.

Khusus tahun 2019, sesuai dengan Permendikbud ada dua jalur penerimaan siswa tingkat SMA. Pertama jalur zonasi dan kedua jalur prestasi. Jalur zonasi diberi bobot 90 persen dari jumlah penerimaan siswa di sekolah. Sedangkan prestasi 10.

“Jumlah maksimal yang boleh diterima sekolah 12 rombongan belajar dengan 36 siswa per rombongan belajar maksimal. Untuk satu sekolah, maksimal yang boleh diterima sekitar 432 siswa,” terang Arsyad.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar