Ucapan Rindu Komunikasi Terakhir Kapten Jan Hotlan Kepada Ibu

Ucapan Rindu Komunikasi Terakhir Kapten Jan Hotlan Kepada Ibu

Jenazah Kapten Pnb Jan Hotlan Farlin Saragih saat tiba di Medan, Sumatera Utara, Senin (19/12).

(jw/rzd)

Senin, 19 Desember 2016 | 16:02

Analisadaily (Medan) - Sebelum meninggal dunia, Kapten Pnb Jan Hotlan Farlin Saragih sempat berkomunikasi dengan orang tuanya yang berada di Tebing Tinggi melalui telepon. Hal ini dikatakan paman Jan, Waldison Purba.

“Jan sempat telpon ibunya sehari sebelum pesawat jatuh. Ia ngaku rindu dengan ibunya,” kata Waldison kepada wartawan di hanggar Lanud Soewondo, Polonia, Medan, Senin (19/12).

Waldison menceritakan, keluarga yang ada di Sumut mengetahui peristiwa jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Gunung Lisuwa, Distrik Minimo, Kabupaten Jayawijaya, setelah mendapat informasi dari keluarga yang berada di Jakarta.

“Setelah mendapat kabar itu, saya langsung buka televisi dan langsung terlihat nama keponakan saya ada di nomor dua dari atas korban yang tewas, saya terkejut. Kemudian saya hubungi abang kandungnya yang tugas di Polres Simalungun, ternyata abangnya sudah tahu,” sebutnya.

Mendengar informasi tersebut benar, lanjut Waldison, keluarga langsung berembuk. Sesuai kesepakatan keluarga, jenazah dimakamkan di kampung halaman, Dusun Pagar Jandi, Desa Bandar Meriah Butu, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun.

“Rencananya jenazah Jan akan dimakamkan besok sekitar jam tiga sore,” ucapnya.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar