Tung Desem Waringin Ajak Generasi Milenial Bijak Kelola Keuangan

Tung Desem Waringin Ajak Generasi Milenial Bijak Kelola Keuangan

Tung Desem Waringin (tengah) dalam grand opening The Daily Wash Laundromart di Komplek Asia Mega Mas, Blok DD, Nomor 16, Sabtu (15/12)

(rel/rzd)

Sabtu, 15 Desember 2018 | 12:51

Analisadaily (Medan) – Mengelola keuangan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan masyarakat, terutama kaum milenial. Sebab, banyak saat ini kaum milenial yang hidup boros tanpa memikirkan keberlanjutan hingga dapat terjerat pada kondisi finansial tidak sehat.

Jika kondisi finansial tidak sehat, maka kaum milenial rentan terjerat hutang. Apalagi biaya hidup semakin lama semakin meningkat. Untuk menghindari kondisi tersebut, pelatih sukses dan pembicara terbaik di Indonesia, Tung Desem Waringin, mengajak generasi milenial bijak mengelola keuangan.

Ditemui disela-sela grand opening The Daily Wash Laundromart di Komplek Asia Mega Mas, Blok DD, Nomor 16, Tung Desem mengatakan, keputusan paling penting dalam kehidupan keuangan adalah memutuskan diri kita sebagai investor apapun profesinya.

“Investor itu taruh duit, kemudian duitnya kerja sendiri. Kemudian langkah yang paling penting sebagai investor adalah menerima uang dan disisihkan,” katanya, Sabtu (15/12).

Tung Desem menyebut, investasi yang menghasilkan uang paling banyak adalah jenis investasi leher ke atas. Misalnya laundry, yang ternyata memiliki break even point besar, yaitu 9 bulan sampai 4 tahun sangat menguntungkan sekali.

“Setelah investasi leher ke atas, kita harus mencari investasi yang asymmetric risk, yaitu risikonya tidak sebanding dengan duit yang diinvestasikan. Risiko jauh lebih kecil,” sebutnya

Tung Desem mencontohkan seperti bisnis laundry. Bisnis ini tetap bisa berfungsi kapan saja, termasuk mesin cucinya yang masih bisa digunakan, dan masih ada unsur return-nya, serta memakai teknologi yang lebih bagus.

“Kalau kita di The Daily Wash Laundromart, sebenarnya secara teknologi sudah siap. Hanya saja saat ini masih banyak masyarakat belum terlalu paham. Jadi kita pakai koin untuk saat ini,” ujarnya.

Tung Desem mengungkapkan, yang menarik di dunia investasi ada 4 hal. Pertama High Tech, karena semakin lama mau tidak mau harus melek teknologi. Low Lapper, yang semuanya harus ganti teknologi.

“Harapannya karyawan semakin sedikit, pengusaha semakin banyak. Yang dikerjakan siapa, ya mesin,” ungkap Tung Desem, yang juga Chairman & Founder The Daily Wash Laundromart.

Tung Desem mengakui, bisnis laundry sampai hari ini masih growing up. Sejak perang dunia ke-2, hingga kini masih jalan. Di Amerika, ucapnya, bisnis laundry masih naik dan tidak pernah turun, dan di Indonesia bisnis laundry sangat banyak.

“Setelah High Tech dan Low Lapper, ada High Return on Investment. Jadi duitnya kembali lebih cepat. Kemudian yang keempat adalah, Easy to Duplicate, karena bisnis ini easy, kita buka tidak terlalu banyak training karyawan,” ucapnya.

Diterangkan Tung Desem, saat ini sangat banyak kaum milenial yang susah beli rumah dikarenakan banyak dari mereka menukar waktunya dengan uang. Sebab, konsep menukar waktu dengan uang itu ada miss.

“Kalau bisnis unlimited, omsetnya tergantung yang menjalankan. Misalnya laundry, jika di satu lokasi sudah banyak konsumennya, buka lagi di tepat lain. Kalau buka laundry konsepnya jangan hanya ambil untung. Yang benar, buka laundry biar bisa cicil propertinya,” terangnya.

Bagi kaum milenial, Tung Desem berpesan, jika sudah memulai berbisnis, jangan buru-buru dapat untung langsung dipakai uangnya. Jika hendak membantu keluarga, bisa dengan membuka laundry. Karena, bisnis ini juga tidak membutuhkan keahlian apapun.

“Wahai milenial, sabar dulu. Jangan kebanyakan gaya, gaya harus sebanding lurus dengan tekanan. Kalau kebanyakan tekanan, berarti kebanyakan gaya. Kalau tuanya sengsara, bisa jadi mudanya kebanyakan gaya duluan. Jadi sabar dulu, gunakan uang seperlunya,” pesannya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar