Tulis Memo ke Plt Sekda, Ahok Geram: Buang Saja Bus ke Laut!

Tulis Memo ke Plt Sekda, Ahok Geram: Buang Saja Bus ke Laut!

(dtc)

Selasa, 25 Maret 2014 | 18:30

detikNews - Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok) menduga ada permainan baru di balik masalah bus TransJakarta. Ahok mengaku didatangi oleh Kepala Dinas Perhubungan dan dibujuk agar 'pasrah' menerima bus TransJ asal China yang tersangkut masalah karat.

"Ini disinyalir ada permainan. Sekarang kita didatangi Kadishub, mereka bilang bis-bis China itu diterima saja atas nama 'azas manfaat' . Karena rakyat membutuhkan, maka bis ini harus diterima walaupun jelek," kata Ahok dengan nada kesal di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2014).

Ahok sebelumnya sudah menegaskan tidak lagi menerima bus TransJ yang ditemukan bermasalah beberapa waktu lalu. Pengadaan bus saat ini dihentikan dan dugaan penyimpangannya ditelisik Kejaksaaan Agung dan KPK.

Rasa kesal Ahok makin bertambah karena sebelumnya jajaran aparat pemerintahan di bawahnya justru menolak 30 unit sumbangan bus dari perusahaan swasta.

Ahok sudah menerima surat tindaklanjut dari Sekda terkait penandatanganan nota kesepahaman penyediaan bus oleh swasta yang dinilainya mengecewakan.

Ahok menuturkan, ia bersedia menerima bus sumbangan, karena DKI Jakarta masih sangat kekurangan bus tapi bawahannya justru mempersulit.

Alasan bahwa angkutan umum harus pakai bahan bakar gas, sesuai Perda nomor 2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, dianggapnya hanya alasan yang dicari-cari untuk menjegal 30 unit bus itu.

Alhasil, sambil menahan geram, dia pun langsung mengambil pena dan menulis memo di atas surat Sekda tersebut. "Saudara Plt Sekda, kalau begitu tegakkan seluruh Perda sejak 2005. Bis-bis di Jakarta yang pakai solar buang ke laut saja," begitu isi tulisannya.
mengaku didatangi oleh Kepala Dinas Perhubungan dan dibujuk agar 'pasrah' menerima bus TransJ asal China yang tersangkut masalah karat.
Ahok curiga, penolakan bus sumbangan itu memang sengaja dilakukan agar Pemda secara terpaksa mau menerima puluhan unit bus transjakarta asal China yang bermasalah.

"Jangan-jangan ini ada satu paket persoalan. Bus bagus ditolak supaya DKI enggak punya bus, jadi ada alasan terpaksa menerima bus-bus yang karatan itu dengan azas manfaat tadi," paparnya. (bil)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar