Tukang Urut Naik Haji Berkat Nazar Pasiennya

Tukang Urut Naik Haji Berkat Nazar Pasiennya

Kamaluddin Bin Mohammad Hafiz alias Ongku

(jw/eal)

Rabu, 24 Juli 2019 | 14:56

Analisadaily (Batubara) - Menunaikan ibadah haji merupakan keinginan hampir semua umat Islam di dunia. Bahkan panggilan untuk melaksanakan rukun islam kelima itu bisa datang dengan cara apa saja.

Hal ini dirasakan oleh seorang tukang urut di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Dialah Kamaluddin Bin Mohammad Hafiz alias Ongku (65) warga Lingkungan V, Kelurahan Limapuluh Kota, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara. Keinginannya terwujud untuk datang ke Rumah Allah setelah mendapat berkah dari seorang pasiennya.

Kamaluddin mengatakan bahwa dirinya yang sehari-hari bekerja sebagai tukang urut tidak menyangka bisa berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.

"Padahal penghasilan saya sebagai tukang kusuk tak menentu, kadang dikasih orang Rp 50 ribu, kadang Rp 100 ribu. Pendapatan itu pun hanya bisa untuk biaya hidup sehari-hari. Rasa-rasanya tak mungkin saya bisa naik haji," kata Ongku, Rabu (24/7).

Ongku menceritakan bahwa keinginan dirinya untuk menunaikan ibadah haji muncul sejak 2011. Uang hasil mengurut ditabungnya sebagian.

Kemudian suatu hari dia diminta untuk mengurut seorang pengusaha di Batubara.

"Pasien saya itu datang untuk bekusuk karena waktu itu kedua kakinya bengkak," ucapnya.

Setelah diurut oleh Ongku, ternyata pasien tersebut sembuh. Ongku pun kemudian dijumpai oleh pasiennya dan diajak berbincang empat mata.

"Setelah dia sembuh, dia datangi saya untuk berbincang. Pasien saya itu menawari naik haji. Dia bilang, 'Uwak mau naik haji?' Kubilang, 'Maulah'," kenang Ongku.

Ternyata sang pasien yang diurut oleh Kamaluddin itu bernazar jika penyakitnya sembuh, dia akan memberangkatkan tukang urutnya itu ke tanah suci untuk berhaji.

"Pasien saya itu tak mau menyebutkan namanya. Sebut saja Hamba Allah," tutur Ongku.

Setelah Ongku bersedia menunaikan ibadah haji, pasien itu langsung membawanya ke Bank Sumut dan diberi Rp 25 juta. Esok harinya ditransfer Rp 5 juta lagi, sehingga totalnya menjadi Rp 30 juta.

"Pas saya diajak beliau ke bank membayar administrasi, saya sangat terharu," ungkap Ongku.

Kamaluddin kemudian menambah uang yang diberikan pasiennya itu dengan tabungannya sebesar Rp 1.750.000. Terkumpullah Rp 31,75 juta untuk menggenapkan ongkos naik haji.

"Kekurangannya Rp 1.750.000 saya tambah dengan uang tabungan saya," terangnya.

Setelah selesai segala administrasi, saat ini Kamaluddin tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 18 Embarkasi Medan. Dia dan 313 calon jamaah haji beserta 7 orang pendamping haji Kabupaten Batubara akan masuk Asrama Haji Medan mulai 29 Juli 2019.

Kemudian esok harinya, 30 Juli 2019 sekitar pukul 18.30 WIB, mereka akan terbang menuju Jeddah, Arab Saudi, untuk melaksanakan ibadah haji.

Keinginan Kamaluddin untuk melaksanakan rukun islam kelima sebentar lagi akan terlaksana. Semoga Kamaluddin menjadi haji yang mabrur.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar