Tujuh Ribu Ekor Belangkas Dimusnahkan di Gakkum LHK Sumut

Tujuh Ribu Ekor Belangkas Dimusnahkan di Gakkum LHK Sumut

Ribuan ekor belangkas yang diamankan petugas

(jw/eal)

Rabu, 6 Februari 2019 | 20:43

Analisadaily (Medan) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara memusnahkan tujuh ribu ekor belangkas di Kantor Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut.

Ribuan hewan laut itu merupakan hasil tangkapan TNI Angkatan Laut (AL) di perairan Aceh Tamiang pada Selasa (29/1) lalu.

"Setelah pihak Angkatan Laut Lantamal I Belawan menyerahkan hasil tangkapan tersebut, kemudian barang buktinya kita musnahkan dengan cara menguburkannya di halaman Kantor Gakkum wilayah Sumut," kata Kasi Perencanaan Perlindungan dan Pengawasan BBKSDA Sumut, Amenson Girsang, Rabu (6/2).

Amenson menjelaskan bahwa awalnya ribuan ekor belangkas tersebut akan diselundupkan ke Thailand melalui perairan Aceh. Namun sebelum diselundupkan, petugas dari Koarmada 1 TNI Angkatan Laut berhasil mengamankannya.

"Ribuan belangkas itu akan dikirim ke Thailand," jelasnya.

Karena ini hasil penyidikan bersama, maka nantinya akan ada dua undang-undang yang dipakai. TNI Angkatan Laut akan melakukan penyidikan dengan UU perikanan, dan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan menggunakan UU Nomor 5 tahun 90 sesuai dengan kewenangan masing-masing penyidik.

"Sejauh ini 3 orang tersangka telah ditahan oleh petugas TNI AL Lantamal I Belawan dan masih dalam proses penyidikan lebih lanjut," ungkap Amenson.

Amenson menambahkan bahwa perburuan terhadap belangkas yang termasuk satwa dilindungi kian marak dilakukan. Hal ini karena permintaan belangkas cukup tinggi di Thailand.

"Saat ini satu ekor belangkas dijual dengan harga Rp 500 ribu kepada negara yang memesannya. Oleh karena itulah alasan para pelaku melakukan aksi perdagangan ini," pungkasnya.

Untuk diketahui, penangkapan tersebut dilakukan saat petugas Koarmada 1 TNI Angkatan Laut melakukan patroli pada Selasa (29/1) sore. Petugas yang saat itu patroli menggunakan KRI Patimura mencurigai keberadaan KM Lumba-lumba dengan nomor lambung GT 20 No 221/QQD di perairan Aceh Tamiang.

Petugas kemudian memeriksa kapal tersebut dan menemukan di dalam palka kapal sedikitnya tujuh ribu ekor belangkas dalam kondisi mati. Selain itu kapal juga tidak dilengkapi dokumen.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar