Tuhan dan Saiton yang Jadi Perbincangan

Tuhan dan Saiton yang Jadi Perbincangan

(dtc)

Jumat, 28 Agustus 2015 | 08:54

detikNews - Jakarta, Akhir-akhir ini publik ramai memperbincangkan mengenai Tuhan dan Saiton. Bermula dari tersebarnya KTP dua pria bernama Tuhan dan Saiton. Ada yang tersenyum dan ada yang bertanya-tanya, apa benar KTP itu?

Dan ternyata KTP itu bukan bohongan atau editan. Orangnya benar-benar ada. Tuhan seorang pria berusia 42 tahun asal Banyuwangi dan bekerja sebagai tukang kayu.

Sedang Saiton berusia 39 tahun dan bertempat tinggal di Palembang. Dia seorang wakil kepala sekolah di sebuah SMK.

Terkuaknya keaslian adanya dua pria dengan memakai nama itu kembali memunculkan tanya. Kenapa kedua orangtuanya memberi nama itu? Apa tidak ada nama lain?

Tuhan yang ditanya soal namanya hanya angkat bahu. "Ini nama dari kecil diberi orangtua, ya syukuri saja," ujar Tuhan kalem saat ditanya beberapa waktu lalu.

Banyak yang mengira-ngira bila nama Tuhan itu sebenarnya pelafalannya Tohan, jadi bukan Tuhan. Karena di daerah Banyuwangi ada dialek seperti itu, namun kemudian pelafalan Tohan ditulis Tuhan. Buktiny Tuhan sendiri dipanggil Pak Toh atau Pak Han.

Namun Tuhan yang ditanya soal pelafalan itu menepisnya. Tak ada soal dialek itu, dia hanya menyebut nama itu pemberian ortunya.

Lain lagi dengan Saiton, dia mengaku nama itu diberi orangtuanya karena 10 saudaranya meninggal. Mungkin orangtuanya kemudian memberi nama asal saja, Saiton. Dan kemudian, waktu berlalu Saiton segar bugar bisa hidup.

Selama ini sudah dua kali dia mengganti nama, pada umur 3 tahun dan 19 tahun. Dua-duanya juga sudah selametan baca doa, tapi setelah itu dia malah sakit. Akhirnya, kembali mengganti nama menjadi Saiton. Kerabat dan tetangga dia juga sudah memaklumi.

Tapi pastinya, setelah nama kedua pria ini diumumkan, keduanya entah disebut mendapat berkah atau bukan, ,ereka diundang ke Jakarta dan banyak diwawancara televisi.

Bagaimana menurut Anda? (dra)

Tags :

#Tuhan #Saiton

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar