Triwulan Pertama 2019: Konsumsi Pertalite di Sumut Naik, Avtur Turun

Triwulan Pertama 2019: Konsumsi Pertalite di Sumut Naik, Avtur Turun

Ilustrasi.

(rel/rzd)

Minggu, 7 April 2019 | 11:42

Analisadaily (Medan) - Selama Triwulan Pertama tahun 2019 animo masyarakat Sumatera Utara (Sumut) terhadap Pertalite terus positif. Konsumsinya sekitar 299.700 kilo liter (KL), atau meningkat 2,5% dibanding periode sama tahun 2018.

Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo menjelaskan, hal tersebut disebabkan konsumen merasakan manfaat Pertalite.

"Bahan bakar RON 90 ini memang punya jarak tempuh lebih jauh dibanding Premium. Dengan pembakaran lebih sempurna, tarikan mesin jadi lebih enteng," katanya, Minggu (7/4).

Kkonsumsi Premium juga terkerek naik 11,2 persen dibanding tahun lalu. Periode Januari hingga Maret 2019 konsumsinya mencapai sekitar 108,1 juta liter.

"Di sisi lain, konsumsi Avtur menunjukkan penurunan cukup signifikan. Di bandara Kualanamu misalnya, turun 21,1 persen dibanding Januari-Maret 2018," terang Roby.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan berkurangnya frekuensi pengisian Avtur oleh maskapai. Padahal sejak November 2018 lalu, Pertamina sudah beberapa kali menurunkan harga Avtur.

Adapun di sisi elpiji, baik Bright Gas maupun elpiji subsidi 3 Kg mencatat peningkatan. Konsumsi Bright Gas 5,5 Kg pada Triwulan Pertama 2019 naik 21,45 persen dibanding periode sama tahun 2018. Atau sebanyak 34.000 tabung.

Konsumsi elpiji subsidi 3 Kg pada Triwulan Pertama 2019 mencapai 29,6 juta tabung. Jumlah ini naik hampir 3 persen dibanding Triwulan Pertama 2018.

Saat ini elpiji 3 Kg subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin, secara proporsi mencapai 91 persen kebutuhan elpiji masyarakat Sumut. Elpiji non subsidi hanya mengisi 9 persen. Padahal menurut data BPS Sumut, jumlah masyarakat miskin Sumut pada Maret 2018 hanya sekitar 9,2 persen.

“Kami terus mendorong agar masyarakat mampu beralih menggunakan elpiji non subsidi. Diantaranya melalui sosialisasi, dan program tukar tabung Elpiji 3 kg dengan Bright Gas 5,5 Kg," tutur Roby.

Penukaran dua tabung elpiji 3 Kg dengan Bright Gas 5,5 Kg sudah dengan isi hanya Rp 67.500. Penukaran satu tabung elpiji 3 Kg dengan Bright Gas 5,5 Kg sudah termasuk isi hanya Rp 170.000.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar