Transaksi KUPVA BB di 2018 Tumbuh 8,3 Persen

Transaksi KUPVA BB di 2018 Tumbuh 8,3 Persen

Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Andi S Wiyana.

(rel/rzd)

Jumat, 8 Februari 2019 | 16:56

Analisadaily (Medan) – Pemerintah bersama Bank Indonesia sedang gencar meningkatkan pendapatan devisa melalui pengembangan pariwisata, termasuk pariwisata di Sumatera Utara (Sumut).

Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Andi S Wiyana mengatakan, hal itu penting untuk mengurangi ketergantungan pendapatan devisa dari sektor komoditas yang cenderung mudah terpengaruh gejolak harga global.

“Salah satu amenitas yang dibutuhkan untuk pengembangan pariwisata, khususnya bagi wisatawan asing adalah layanan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) dan Penyelenggara Transfer Dana Bukan Bank (PTD BB) sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Andi, Jumat (8/2),

Sejalan dengan perkembangan pariwisata, transaksi KUPVA BB pada tahun 2018 tumbuh sebesar 8,3 persen secara YoY dibandingkan 2017, meningkat dari Rp 3,6 triliun menjadi Rp 4,18 triliun. Sedangkan transaksi PTD BB meningkat 4,7 persen pada tahun 2018 dibandingkan 2017, dengan peningkatan dari Rp 2,5 triliun menjadi Rp 2,62 triliun.

Andi menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan langsung kepada 10 KUPVA BB dan PTD BB yang dilakukan Bank Indonesia Perwakilan Sumut pada tahun 2018, mayoritas temuan terkait dengan kepatuhan terhadap ketentuan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT).

“Misalnya pemahaman pengurus mengenai ketentuan APU PPT, pelaksanaan customer due diligence, serta pengelolaan database nasabah. Terdapat juga temuan mengenai belum adanya penyusunan laporan keuangan bulanan,” jelasnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, KPwBI Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan Polda Sumut mengadakan capacity building, dengan harapan agar pelaku usaha Kegiatan Layanan Uang memhami dengan baik pentingnya mematuhi APU PPT. 

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar