Tragedi Rohingya, Pemkab Asahan dan Tiga Pilar Plus Doa Bersama

Tragedi Rohingya, Pemkab Asahan dan Tiga Pilar Plus Doa Bersama

Penandatanganan pernyataan sikap umat beragama di Kabupaten Asahan, Jumat (8/9).

(aln/rzp)

Jumat, 8 September 2017 | 18:28

Analisadaily (Asahan) - Pemerintah Kabupaten Asahan bersama TNI-Polri dan juga tokoh agama sebagai tiga pilar plus melaksanakan doa bersama antar lintas agama. Hal ini terkait dengan tragedi kemanusiaan Rohingya di alun-alun Kota Kisaran.

Aksi damai dirangkai membacakan pernyataan sikap bersama tokoh agama di Asahan dipimpin Waka Polres Asahan, Kompol Bernard Panjaitan, disaksikan Wakil Bupati Asahan, DPRD Asahan, dan Forkopimda.

Ketua FKUB Asahan, H Humaidi Samsuri Pane menyebut, pihaknya mengutuk keras pelanggaran hak asasi manusia di Myanmar, mendorong pemerintah untuk menampung pengungsi Rohingya yang datang ke Indonesia, melakukan diplomatik kepada Myanmar, dan meminta menjamin kerukunan beragama.

FKUB Asahan mengajak semua tokoh masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, seperti memberikan informasi terkait kondisi Myanmar.

“Kami tokoh agama mengimbau Pemerintah agar lebih empati menjamin umat beragama untuk beribadah,” kata Humaidi di hadapan seluruh peserta deklarasi damai, Jumat (8/9).

Sementara Waka Polres Asahan, meminta semua lapisan masyarakat menjaga serta memelihara keamanan di Kabupaten Asahan, dan juga memberikan pencerahan serta penjelasan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Semoga Asahan menjadi kabupaten percontohan dalam membina kerukunan beragama,” sebut Waka Polres.

Pernyataan sikap ditanda tangani langsung para tokoh agama, di antaranya, H Salaman Abdulah Tanjung mewakili umat Islam, Danrisman Sitanggang mewakili umat Katolik, NK Sabay mewakili umat Hindu, PMD. Joseph Randy mewakili umat Buddha, Martono mewakili umat Konghucu dan diketahui Pemkab Asahan serta Forkopimda.

(aln/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar