Tolak Pukat Tarik dan Hela, Ratusan Nelayan Berunjuk Rasa

Tolak Pukat Tarik dan Hela, Ratusan Nelayan Berunjuk Rasa

Ratusan massa saat berkumpul di Lapangan Sepakbol Limapuluh, untuk menuntut pukat tarik dan pukat hela dihapuskan, Selasa (12/9)

(ap/csp)

Selasa, 12 September 2017 | 11:43

Analisadaily (Batubara) - Ratusan nelayan tradisional di Kabupaten Batubara melakukan aksi unjuk rasa di Lapangan Sepakbola Lima Puluh, Selasa (12/9). Aksi ini menolak keberadaan pukat tarik dan pukat hela yang beroperasi di perairan laut Batubara.

Pantauan Analisadaily.com, massa yang tergabung dalam Masyarakat Nelayan Tradisional Batubara dipimpin Koordinator Aksi, Syawaluddin Pane.

Dalam orasinya, dia menuntut agar pukat tarik dan pukat hela di Kabupaten Batubara dihapuskan dan tidak lagi beroperasi mulai 1 Oktober 2017.

Tidak lama setelah pengunjuk rasa menyuarakan pendapatnya, mereka langsung ditemui beberapa anggota dewan, yakni Wakil Ketua DPRD Batubara, Suwarsono, Komisi B, Fahmi, Syafii, Citra Muliadi Bangun dan Idha Nasution.

“DPRD Batubara berjanji akan memperjuangkan hak-hak dan nasib nelayan tradisional di Kabupaten Batubara, ujar Fahmi, selaku Ketua Komisi B dihadapan ratusan massa aksi.

Sejumlah anggota DPRD Batubara menemui ratusan massa di lapangan bola kaki Limapuluh yang menuntut pukat tarik dan pukat hela dihapuskan, Selasa (12/9)

Sejumlah anggota DPRD Batubara menemui ratusan massa di lapangan bola kaki Limapuluh yang menuntut pukat tarik dan pukat hela dihapuskan, Selasa (12/9)

Diketahui sebelumnya, pukat tarik dan pukat hela merupakan jenis alat tangkap ikan yang terbuat dari jaring berkantong yang fungsinya untuk melingkari zona titik kumpul ikan, dan ditarik menggunakan kapal.

(ap/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar