Tolak Panggung Hiburan May Day, GERAM-SU Gelar Aksi Teatrikal

Tolak Panggung Hiburan May Day, GERAM-SU Gelar Aksi Teatrikal

Aksi teatrikal Gerakan Masyarakat Melawan-Sumatera Utara (GERAM-SU) di Jalan Balaikota, Medan, Rabu (1/5)

(jw/eal)

Rabu, 1 Mei 2019 | 17:59

Analisadaily (Medan) - Tidak sepakat dengan perayaan Hari Buruh (May Day) yang dikemas dalam panggung hiburan di Lapangan Merdeka Medan, ratusan massa dari Gerakan Masyarakat Melawan-Sumatera Utara (GERAM-SU) membuat aksi teatrikal di sekitar Lapangan Merdeka, tepatnya di Jalan Balaikota, Medan, Rabu (1/5).

Aksi tersebut diawali dengan orasi sejumlah mahasiswa. Usai orasi, massa langsung menggelar teatrikal yang menceritakan kisah kehidupan buruh, nelayan, petani dan kaum miskin kota ketika ditindas oleh penguasa.

"Kembalikan tanah kami. Kami tidak mau ditindas, kami akan melawan," ujar seorang peserta aksi yang memainkan lakon petani.

Aksi ini pun menjadi perhatian masyarakat yang melintas di kawasan Lapangan Merdeka. Sejumlah petugas kepolisian ikut menjaga aksi tersebut.

Koordinator aksi, Martin Luis, mengatakan isu yang diangkat dalam aksi tersebut adalah pemberangusan serikat. Hal ini selalu menjadi sorotan bagi kalangan buruh.

"Buruh yang bergabung dengan serikat ataupun organisasi masih mendapat intimidasi. Bentuknya beragam, mulai dari PHK, mutasi dan sanksi lainnya yang masih jadi momok. Hal tersebut kita kutuk karena sudah mengekang manusia untuk berdemokrasi," tegasnya.

Selain itu Martin juga membahas aturan maupun kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan.

"Bagaimana jika upah buruh ditentukan berdasarkan tingkat inflasi. Sungguh kebijakan yang tidak memihak buruh. Selain itu, kebijakan politik upah murah yang biasa diberlakukan perusahaan juga semakin menyengsarakan buruh. Jangan sampai rakyat malah semakin sengsara," ucapnya.

Menurut Martin, dalam perayaan Hari Buruh tahun ini di Kota Medan, terlihat jika buruh belum bisa disatukan karena sebagian memilih ikut dalam acara hiburan yang dibuat pemerintah dan sebagian lagi melakukan aksi unjuk rasa meminta kesejahteraan buruh.

"Yang joget-joget itu bukan dari perayaan hari buruh. Namun kita tidak bisa melarang. Ini lah kondisinya. Masih ada yang mau dininabobokan dengan konsep-konsep seperti ini. Dari sini jelas kita lihat kalau buruh belum bersatu," tukasnya.

Untuk diketahui, perayaan Hari Buruh (May Day) yang digelar pemerintah tersebar di sejumlah titik di Kota Medan seperti di Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Medan, Lapangan Merdeka dan Lapangan Benteng Medan.

Sementara sebagian elemen buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Medan.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar