Tingkatkan Minat Baca, Nawal Pelajari Konsep Yogyakarta

Tingkatkan Minat Baca, Nawal Pelajari Konsep Yogyakarta

Nawal Edy Rahmayadi menerima cinderamata dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (13/11)

(rzp/csp)

Rabu, 13 November 2019 | 20:27

Analisadaily (Yogyakarta) - Setelah resmi dilantik menjadi Ketua Pengurus Daerah Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Nawal Edy Rahmayadi bergerak cepat ingin melakukan gebrakan, khususnya dalam peningkatan minat baca di Sumut.

Bersama sejumlah pengurus GPMB Provinsi Sumut lainnya, Nawal melakukan studi dan melihat praktik program maupun aktivitas yang diterapkan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta GPMB Yogyakarta.

"Yogyakarta adalah daerah dengan minat baca tertinggi di Indonesia. Kedatangan kami untuk studi, melihat-lihat dan mencari tahu apa kiat-kiat yang sudah dilakukan. Mungkin bisa kami terapkan di Sumut, dan minat baca di Sumut bisa meningkat pula," kata Nawal, Rabu (13/11).

Menurut Nawal, minat baca di Sumut perlu terus ditingkatkan, terutama di kalangan anak-anak. Karena manfaat membaca luar biasa pengaruhnya. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dengan tingkat literasi tinggi, akan berdampak pada kualitas hidup yang semakin baik.

"Saya menyimpulkan pengelolaan perpustakaan Yogyakarta sudah bergeser dari sekadar tempat mencari dan membaca buku menjadi destinasi rekreasi edukatif. Tiap sudut dari perpustakaan, menjadi tempat yang menyenangkan untuk membaca, bersosialisasi dan bermain," sebut Nawal.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi DIY, Djuli Sugiarto, memaparkan tentang aneka layanan unggulan yang diterpkan untuk mendorong meningkatnya minat baca masyarakat. Salah satunya adalah program layanan Sepatu Jolifayakni sistem perpustakaan terpadu Jogja library for all.

"Apabila masyarakat berkunjung ke perpustakaan untuk mencari satu judul buku dan ternyata buku tersebut tidak ada, maka dengan Sepatu Jolifa, masyarakat dijamin pasti memperoleh buku yang dicari," terang Djuli.

Selanjutnya, di perpustakaan daerah sudah ada petugas perpustakaan yang siap mengambil buku dan mengantarkan buku tersebut ke tempat pengunjung secara gratis.

"Artinya kita benar-benar memudahkan masyarakat. Kadang ada yang kalau tidak menemukan buku, besok-besok sudah malas datang lagi," ucapnya.

Selain itu, ada pula Perpustakaan Modern, memiliki keunggulan karena sistem IT digital yang modern, perpustakaan ini sangat ramai dikunjungi karena banyaknya kegiatan pelatihan life skill yang berbasis pada komunitas dan bersumber dari buku yang ada di perpustakaan.

(rzp/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar