Tim URaL SMAN 28 Jakarta Siap Pecahkan Rekor MURI di Danau Toba

Tim URaL SMAN 28 Jakarta Siap Pecahkan Rekor MURI di Danau Toba

Tim Ekspedisi Kayak URaL SMA Negeri 28 Jakarta menyusuri Danau Toba

(jw/eal)

Minggu, 7 Juli 2019 | 19:37

Analisadaily (Samosir) - Tim Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia dari Udara, Rimba dan Laut (URaL) SMA Negeri 28 Jakarta melakukan ekspedisi dengan menelusuri perairan Danau Toba di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, sejak 2 hingga 9 Juli 2019.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir dan Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT).

Dalam ekspedisi ini tim Kayak URaL‎ menurunkan 6 atlet yang terdiri dari 4 pria dan 2 wanita bersama 4 tim Sosiologi Pedesaan dan 2 suport yang seluruhnya merupakan pelajar dari SMA Negeri 28 Jakarta.

Pembina URaL SMA Negeri 28 Jakarta, Nila Kusumawardhi mengatakan, untuk melakukan ekspedisi Danau Toba menggunakan kayak diperlukan persiapan ekstra dengan menggelar latihan terlebih dahulu di danau buatan Jati Jajaran dan Pantai Mutiara, Depok‎.

"Sekali latihan bisa 15 kilometer. Kemudian untuk safety diri sendiri secara tim, ada latihan berdampingan untuk 2 kayak," kata Nila, Minggu (7/7).

Nila mengungkapkan Tim Kayak URaL SMA Negeri 28 Jakarta mampu memecahkan rekor MURI dengan mengelilingi lingkar dalam Danau Toba sejauh 135 kilometer.

"Tujuan kita menggelar ekspedisi di Danau Toba untuk memecahkan rekor di Indonesia maupun dunia dan meraih MURI," jelasnya.

Selain itu, Nila mengungkapkan bahwa tim URaL juga ingin mempromosikan keindahan danau vulkanik terbesar di dunia tersebut. Kemudian mengampanyekan safety pelayaran dan memberikan pengalaman baru dengan berolahraga kayak di Danau Toba.

‎"Sejauh ini ombak Danau Toba bersahabat ya. Ada rute-rute pengawal penuh karena terbuka. Dimaksud terbuka perairannya luas, jadi perlu safety dengan pengawalan kapal," ungkapnya.

Menurut Nila saat melakukan ekspedisi, pihaknya mengutamakan keselamatan dengan melihat kondisi cuaca dan tinggi ombak. Aktivitas setiap harinya dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB.

"Kita disiplin menghindari ombak tinggi, sore sudah stop. Antisipasi cuaca, lihat kondisi air dan kita koordinasi dengan Basarnas. Kawalan kapal kita siap," tuturnya.

Nila menambahkan bahwa ekspedisi ini juga untuk memperkenalkan kayak sebagai olahraga petualang alternatif.

"Selama ini orang kenal hutan, gunung dan panjat tebing. Kan Indonesia 2/3 air, kenapa tidak kita kembangkan. Kemudian Danau Toba destinasi unggulan yang harus kita ekspedisi," pungkasnya.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar