Tim Sosialiasi: PDAM Tirtanadi Butuh Dana Rp 1.8 Triliun

Tim Sosialiasi: PDAM Tirtanadi Butuh Dana Rp 1.8 Triliun

Sosialisasi PDAM Tirtanadi di Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai di aula Kantor Lurah Mandala III, Jumat (21/4)

(jw/csp)

Jumat, 21 April 2017 | 20:53

Analisadaily (Medan) – Ketua Tim Sosialisasi Penyesuaian Tarif Air PDAM Tirtanadi, Zulkifli Lubis mengatakan, di Indonesia ada sebanyak 315 Perusahaan Daerah Air Minum, namun 100 diantaranya tidak sehat karena kepala daerah tak mau menaikkan tarif dan akibatnya PDAM  rugi.

"Kalau rugi maka APBD harus mensubsudinya supaya perusahaan jalan terus," kata Zulkifli Lubis kepada warga Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai saat acara Sosialisasi Penyesuaian Tarif Air PDAM Tirtanadi di aula Kantor Lurah Mandala III, Jumat (21/4).

Dalam hal tersebut, dia menjelaskan Tirtanadi berkomitmen akan menaikkan tarif air mulai Mei 2017. Zulkifli juga menyampaikan, sekarang PDAM Tirtanadi membutuhkan dana sedikitnya Rp1.8 triliun untuk menambah debit air. 

Oleh karena itu pada Desember 2016, Gubsu sudah  setuju kenaikan tarif, seharusnya Februari sudah naik. Tapi harus ada sosialisasi dulu ke masyarakat pelanggan sehingga Mei 2017 baru mulai naik.

Dalam Pasal 25 Peraturan Mendagri No 71 Tahun 2016, kepala daerah menetapkan tarif air paling lambat bulan November.

Dia menyebut Peraturan Mendagri no 71 tahun 2016 pasal 2 penghitungan dan penetapan tarif air minum berdasarkan pada keterjangkauan dan keadilan, mutu pelayanan, pemulihan biaya, efisiensi pemakaian air, PDAM Tirtanadi berdiri tahun 1905 dengan pipa peninggalan zaman Belanda masih tetap dipakai.

Kini di Medan ada 15 cabang, termasuk Sibolangit dan di zona 2 di luar Medan ada 6 cabang. Program PDAM Tirtanadi tahun 2017 ditargetkan menambah 1.380 liter per detik dengan biaya Rp 320 miliar yakni  uprating IPA Sunggal 400 liter per detik biaya Rp 65 miliar, Uprating IPA Delitua 300 liter per detik biaya Rp 35 miliar.

“Kemudian pembangunan IPA Medan Denai 240 liter per detik biaya Rp66 miliar, pengembangan IP TLM 400 liter per detik biaya Rp144 miliar dan pembangunan IPA Paket Pancurbatu berkapasitas 40 liter perdetik biaya Rp10 miliar. Ditargetkan tahun ini sudah mengalir airnya karena 26 persen warga Medan belum terlayani air bersih," tegas Zulkifli.
 
 Kadiv Hubungan Pelanggan PDAM Tirtanadi, Tauhid Ichyar menambahkan, kenaikan tarif sangat kecil dari Rp1 per liter jadi Rp1.36 per liter. Sebab PDAM Tirtanadi tidak semata orientasi laba melainkan masih menanggung beban sosial.

Camat Medan Denai diwakili, T Robby minta masyarakat memahami kondisi PDAM Tirtanadi yang tujuannya untuk peningkatan kapasitas, kualitas pelayanan PDAM. “Kalau pun naik tarif air yang penting kualitas dan pelayanannya kepada masyarakat tidak ada kendala,” ucapnya.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar