Tim Khusus Dibentuk untuk Pengembangan Pariwisata Danau Toba

Tim Khusus Dibentuk untuk Pengembangan Pariwisata Danau Toba

Danau Toba

(jw/rzd)

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 15:04

Analisadaily (Medan) - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, berupaya keras mempercepat proses pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba. Saat ini pihaknya tengah menggagas pembentukan tim khusus yang akan menangani masalah-masalah.

Edy mengatakan, untuk mempercepat pembangunan di kawasan Danau Toba, dirinya akan membentuk tim khusus. Tim ini nantinya akan diberi label Tim Percepatan Kesuksesan Pariwisata Kawasan Danau Toba, terdiri dari sejumlah orang yang ahli dalam bidangnya.

"Pembangunan pariwisata di sana memang merupakan salah satu fokus. Harus dipercepat," katanya, Sabtu (24/8).

Edy menjelaskan, tugas dari tim ini untuk mengkaji semua hambatan percepatan pembangunan di wilayah itu, termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah setempat agar pekerjaan tak tumpang tindih dan segera rampung.

"Intinya diselaraskan. Seluruh sektor pembangunan di sana, baik infrastruktur, lingkungan, termasuk manusianya," jelasnya.

Tim ini juga nanti akan bertugas dalam penanganan dan pengelolaan limbah industri dan limbah rumah tangga, penataan keramba jaring apung, serta penataan tempat pemotongan hewan berkaki empat yang selama ini diduga mencemarkan air danau.

Pembentukan tim yang sedang digagas tersebut, menurut Edy sangat penting, mengingat besarnya dana dari pemerintah pusat dan investor yang dialokasikan ke kawasan Danau Toba.

"Jangan sampai, dana yang besar itu tak mendatangkan manfaat," ungkap Edy.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata telah sepakat untuk menggelontorkan dana sebesar Rp 6,4 triliun untuk pengembangan empat destinasi wisata di Indonesia. Keempat destinasi strategis yang jadi prioritas Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo.

Khusus untuk pengembangan kawasan Danau Toba, pemerintah menggelontokan dana sedikitnya Rp 1,6 triliun. Anggaran akan digelontorkan ke daerah untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas dalam kawasan wisata Danau Toba.

Untuk pembangunan di luar kawasan wisata, sejauh ini sudah terbukti berhasil. Adapun infrastruktur yang bakal dibangun dalam kawasan wisata ini antara lain jalan, pengadaan air bersih dan listrik.

Jika infrastruktur tersebut ada, maka pemerintah akan mudah menarik investor masuk ke wilayah itu. Saat ini telah ada tujuh investor yang sudah siap untuk masuk ke daerah wisata Danau Toba, dengan nilai investasi mencapai Rp 6 triliun.

Dengan dukungan dana dan investasi yang melimpah itu, bisa dipastikan industri pariwisata di kawasan tersebut akan melaju kencang.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar