Tim Gabungan Sisir Kawasan Gunung Sumbing yang Terbakar

Tim Gabungan Sisir Kawasan Gunung Sumbing yang Terbakar

Salah seorang petugas sedang melakukan pemadaman kebakaran hutan di Gunung Sumbing, Senin (12/8) (BNPB)

(rel/csp)

Senin, 12 Agustus 2019 | 13:47

Analisadaily (Jawa Tengah) - Tim gabungan BPBD Kabupaten Wonosobo, Perhutani Kedu Utara, Polres Wonosobo, Kodim, dan sukarelawan Desa Banyumudal, masih melakukan penyisiran di kawasan hutan Gunung Sumbing yang terbakar, Senin (12/8).

Penyisiran bertujuan untuk memastikan apakah api benar-benar telah padam. Sebelumnya kebakaran hutan diinformasikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo terjadi di kawasan Gunung Sumbing, Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (11/8) sore.

Kawasan terbakar berada pada petak 28 RPH Kleseman, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BPKH) Wonosobo, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kedu Utara di Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan, pemantauan melalui teropong atau binocular juga masih ada titik asap di Gunung Sumbing, wilayah Magelang.

“Petak 29-1 ada tunggak kayu masih terbakar sedang dalam pemadaman oleh petugas/mandor perhutani wilayah Wonosobo,” kata Agus dalam salinan surat elektronik yang diterima Analisadaily.com.

Di samping itu, lanjutnya, BPBD Kabupaten Temanggung melakukan rapat koordinasi gabungan bersama Dandim, Kapolsek dan intansi terkait pada Senin ini. Salah satu poin rapat menginformasikan, berdasarkan pantauan, api belum sampai ke wilayah Temanggung.

Mendukung pemadaman, BPBD Kabupaten Magelang mengirimkan 4 personil untuk pendataan dan pemadaman. Data sementara, api diketahui muncul pukul 16.50 WIB, Minggu (11/8), dengan obyek yang terbakar meliputi ilalang, serasah dan sejumlah tanaman rimba berbagai jenis yang berfungsi sebagai hutan lindung.

Menurut pantauan petugas bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), api diperkirakan berpotensi meluas karena faktor angin kencang. Kendati demikian, hingga saat ini belum diketahui luas hutan dan lahan yang terbakar.

Jumlah kerugian juga belum bisa dipastikan mengingat pantauan sementara masih terkendala oleh kabut tebal dan minimnya sarana prasarana serta terbatasnya personel.

(rel/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar