Tigor Tampubolon: Mahasiswa Jangan Hanya Berpikir Jadi PNS

Tigor Tampubolon: Mahasiswa Jangan Hanya Berpikir Jadi PNS

Tigor Tampubolon (kaos merah) foto bersama sejumlah mahasiswa USU

(hers/eal)

Minggu, 17 November 2019 | 20:13

Analisadaily (Medan) - Para mahasiswa di era milenial diharapkan mampu menjadi orang besar dengan berwiraswasta, tidak hanya bermimpi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Untuk menjadi orang besar seorang mahasiswa harus punya tekad dan mampu menetapkan tujuan akhir hidupnya sejak memasuki bangku perkuliahan," ungkap Tigor Tampubolon, Direktur Operasional Prosus Inten Bandung dalam Temu Budaya Nusantara Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia di Universitas Sumatera Utara (USU).

Temu Budaya yang berlangsung sejak 14-20 November 2019 itu diikuti 14 provinsi dan mengirim para mahasiswanya serta para dosen pendamping.

​Tigor Tampubolon mengungkapkan pemerintah tidak mampu mengangkat dan membiayai seluruh lulusan perguruan tinggi menjadi PNS. Untuk itu perlu paradigma baru bagi para mahasiswa untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Semua lulusan fakultas mampu jadi orang sukses asal ada tujuan hidup yang jelas.

​Dikatakan dari jurusan atau program studi apapun seseorang bisa menjadi pengusaha. Fakta, banyak orang yang sukses berusaha pada bidang yang tidak linier dengan disiplin ilmu yang digelutinya di kampus. Bahkan jauh lebih sukses daripada yang bekerja linier dengan disiplin ilmu yang dipelajarinya di kampus.

Menurut Tigor yang memberi kuliah umum dengan topik "Pengembangan Budaya dalam Konteks Entrepreneur", ada kecenderungan seorang mahasiswa mengikuti perkuliahan tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Artinya hanya untuk mendapatkan selembar ijazah saja. Akhirnya setelah tamat menjadi pengangguran.

​Untuk mengantisipasi hal itu, seorang mahasiswa sejak mengikuti perkuliahan harus aktif mencari pekerjaan yang halal untuk melatih dirinya sebagai seorang pengusaha kelak.

​Menurutnya, bukan mahasiswa saja yang tidak mampu merancang kehidupannya tapi juga komunitas lainnya sehingga mereka gagal dalam kehidupannya.

"Ada sekitar 80% penduduk di dunia ini kurang mampu merancang dan menetapkan tujuan hidupnya sehingga jadi hidup miskin. Hanya 18% penduduk dunia ini yang kaya dan selebihnya 2% sangat kaya," tandas Tigor Tampubolon yang juga Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni Sastra Batak FIB USU itu.

Bisa Diwariskan

​Tigor memotivasi para mahasiswa agar mengubah pola pikir untuk menjadi PNS, tetapi lebih terbuka peluang jadi pengusaha.

"Pegawai itu tidak enak, apalagi kalau sudah pensiun, tak bisa diwariskan, tetapi kalau pengusaha walau pensiun kekayaannya bisa diwariskan," tukasnya.

(hers/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar