Tiga Bocah Penderita HIV Dipastikan Tidak Akan Diusir

Tiga Bocah Penderita HIV Dipastikan Tidak Akan Diusir

Bupati Samosir, Rapidin Simbolon.

(jw/rzd)

Selasa, 23 Oktober 2018 | 16:06

Analisadaily (Medan) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir memastikan anak-anak pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Desa Nainggolan mendapatkan keamanan dan tidak akan diusir dari Samosir.

Bupati Samosir, Rapidin Simbolon memastikan. ketiga anak yang pengidap HIV, yaitu SS (7), SAS (10), dan HP (11), tidak akan diusir oleh masyarakat yang telah mengirimkan ultimatum kepada Komite AIDS HKBP.

"Saya tanggung jawab. Tidak saya perbolehkan masyarakat mengusir mereka secara langsung, sampai sekarang masih kami lindungi. Tadi saya panggil Camat Nainggolan agar jangan sampai ada tindakan di luar hukum. Itu intensif dijaga, jangan ada oknum tertentu memanfaatkan situasi jadi lebih tidak baik. Kita jamin, bila perlu kerja sama dengan polisi jangan sampai ada tindakan melawan hukum. Saya jamin tetap dimonitor mereka," katanya, Selasa (23/10).

Rapidin menjelaskan, Pemkab Samosir telah memberikan win-win solution untuk menyelesaikan polemik di Nainggolan terkait penolakan masyarakat terhadap SS, SAS, dan HP, yang mendapatkan pendidikan di sekolah umum.

"Namun, Komite AIDS HKBP enggan menerima solusi dari Pemkab Samosir. Mereka bersikukuh agar ketiga anak pengidap HIV itu mendapatkan pendidikan di sekolah umum, agar bisa bersosialisasi dengan anak lain," jelasnya.

"Nah, pihak HKBP terlalu memaksakan kemauannya. Kalau dari sisi aturan sebenarnya, mereka sudah salah. Salahnya apa? Ada Rumah Sakit HKBP di Nainggolan itu hanya menampung untuk panti jompo, tapi sekarang di situ dirawat anak-anak yang terpapar HIV itu. Kita tawarkan kepada pihak HKBP yang mengasuh anak-anak terpapar HIV ini. Kita buat home-schooling istilahnya, tapi HKBP memaksakan harus anak-anak itu bergabung dengan anak-anak yang tidak terpapar HIV," terang Bupati.

Tidak hanya soal keamanan para bocah pengidap HIV dan solusi penyelesaian polemik. Bupati Samosir juga mengungkapkan tentang dana hibah yang diberikan Pemkab Samosir terhadap Komite AIDS HKBP untuk anak-anak pengidap HIV. Lalu, Rapidin menyebut keterangan yang diberikan Komite AIDS HKBP adalah hoak terkait Pemkab Samosir disebut-sebut menyarankan agar anak-anak pengidap HIV di Nainggolan untuk keluar dari Samosir.

"Kami sudah berikan dana hibah Rp 28 juta. Dana hibah itu kita berikan sebagai perhatian kita. Jadi, kalau itu kata HKBP berartikan hoak, yang katanya mengusir lah. Padahal buktinya sampai sekarang masih di sana," pungkas Rapidin.

Seperti diketahui, tiga anak yang terpapar HIV dilarang masyarakat untuk mendapatkan pendidikan di sekolah umum. Ketiga bocah yang bukan penduduk asli derah Nainggolan itu awalnya ada yang bersekolah di PAUD Welipa dan SD Negeri 2 Nainggolan, Samosir.

Namun masih sehari bersekolah, ketiganya tidak lagi diizinkan masuk. SS, SAS, serta HP, ditolak para orang tua siswa lainnya. Masyarakat menolak anak mereka berada di kelas dan sekolah yang sama dengan ketiga anak penderita HIV itu. 

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar