Tidak Ada Pengusiran Relawan, Hanya Pengaturan dan Relokasi

Tidak Ada Pengusiran Relawan, Hanya Pengaturan dan Relokasi

Kondisi rumah-rumah Perumnas Balaroa di Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, pasca gempa bumi dan tsunami (BNPB)

(rel/csp)

Rabu, 10 Oktober 2018 | 10:21

Analisadaily (Palu) - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, tidak pengusiran relawan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) dari kantor halaman Bappeda Kota Palu.

“Saya telah mengkonfirmasi hal itu. Ternyata bukan diusir tetapi direlokasi atau dipindahkan ke halaman Kantor BPBD Sulteng agar memudahkan koordinasi, dan halaman kantor Bappeda akan dibersihkan dan digunakan untuk apel Aparatur Sipil Negara,” kata Sutopo, Rabu (10/10).

Sutopo mengatakan demikian setelah video dan berita mengenai pengusiran tenda-tenda relawan BPBD di halaman Kantor Bappeda Kota Palu, beredar di media sosoal. Berita yang beredar, Kepala Bappeda mengusir relawan-relawan agar pindah ke tempat lain. Dalam berita disebutkan,  Bappeda kehilangan laptop dari kantor.

Sebagaimana berita yang diterima Analisadaily.com, Sutopo menceritakan, beberapa relawan mendirikan tenda di halaman Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah. Di bagian belakang kantor Bappeda ada relawan dari BPBD Kab. Banggai Kepulauan dan mendirikan dapur umum.

Sedangkan BPBD Provinsi Sulawesi Utara yaitu BPBD Bolsel dan BPBD Bitung berada di halaman depan Kantor Bappeda. Selain itu juga ada beberapa relawan lainnya. Mereka mendirikan tenda di halaman kantor Bappeda dan melakukan bantuan penanganan bencana sejak 1 Oktober 2018.

Menurut informasi dari BPBD  Sulteng, terjadi kehilangan barang milik Bappeda. Pasca gempa memang kondisi keamanan dan ketertiban di sebagian Kota Palu terganggu. Khususnya di Kota Palu agak rawan. Aparat polisi telah menangkap beberapa pencuri yang bertindakan kriminal.

Kehadiran relawan sejak 1 Oktober 2018 dengan mendirikan tenda-tenda relawan justru ikut menjaga lingkungan kantor Bappeda dari aksi oknum yang melakukan tindakan kriminal. Karena, pasca gempa pegawainya tidak masuk sehingga kantor kosong.

Kepala Bappeda sudah melapor ke Gubernur dan menjelaskan tentang kehilangan aset kantor tersebut. Selanjutnya BPBD Sulteng mengajak relawan-relawan dari BPBD Prov. Sulut & Bolsel untuk bergeser ke halaman kantor BPBD Provinsi Sulteng.

Panggilan Kemanusiaan

Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djonggala juga mengatakan, tidak ada istilah diusir. Yang benar adalah mengatur dan merelokasi semua relawan-relawan BPBD yang ada di kantor Bappeda agar direlokasi ke kantor BPBD Sulteng.

“Kantor Bappeda akan dibersihkan dan dirapikan lagi. Selain itu sejak ASN aktif maka semua ASN Bappeda harus apel dan masuk kerja. Tentu kegiatan mereka akan mengganggu kenyamanan relawan,” kata Longki.

Perintah Gubernur Sulteng tersebut kemudian disampaikan Kepala BPBD Sulteng kepada koordinator relawan yang menginap di halaman kantor Bappeda.

Gubernur Sulteng mengucapkan terima kasih atas dukungan, bantuan dan peran aktif relawan BPBD se-Indonesia yang hadir ke Palu dan daerah terdampak bencana membantu korban bencana.

Rasa panggilan kemanusiaan untuk membantu masyarakat Sulteng yang tertimpa bencana benar-benar diperlukan. Gubernur Sulteng dan masyarakat Sulteng mengucapkan terima kasih kepada relawan dan semua pihak yang terlibat dalam penanganan bencana di Sulteng.

Jadi tidak ada pengusiran. Hanya pengaturan dan relokasi tempat tenda relawan saja. Adanya miss communication dalam penyampaian informasi sering terjadi di tempat bencana karena kondisi sudah lelah, kurang istirahat dan banyak keterbatasan. Tapi semuanya sama, memiliki niat baik untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

(rel/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar