Tidak Ada Pembatasan Ekspor Akan Pengaruhi Harga Karet

Tidak Ada Pembatasan Ekspor Akan Pengaruhi Harga Karet

Sekretaris Gapkindo Sumut, Edy Irwansyah, saat diwawancarai wartawan, Senin (19/9).

(rzp/rzd)

Senin, 19 September 2016 | 16:51

Analisadaily (Medan) - Gabungan Pengusaha Karet Indonesia Sumatera Utara (Gapkindo Sumut) mendukung pengurangan ekspor karet dilanjutkan. Jika tidak ada pembatasan dalam ekspor karet, harga akan semakin jatuh.

“Petani semakin banyak berkurang berproduksi kalau harga jatuh. Kemudian dengan produksi yang berkurang, maka pabrik akan semakin kesulitan mendapatkan bahan baku,” kata Sekretaris Gapkindo Sumut, Edy Irwansyah, Senin (19/9).

Dijelaskannya, jika pabrik kesulitan mendapatkan bahan baku maka akan berdampak kepada operasional yang semakin tinggi. Untuk Indonesia sendiri, 85 persen berasa dari karet rakyat, munculnya permasalahan akan mengganggu industri karet.

“Wajarnya harga karet ditingkat petani sekitar 2 Dollar. Sepanjang belum mencapai 2 Dollar, maka belum menggairahkan bagi petani,” jelasnya.

Pada prinsipnya, sebut Edy, yaitu tentang kebutuhan sehari-hari dari petani karet. Kalau para petani tidak berpenghasilan Rp 50.000 dalam sehari, dimana angka tersebut berdasarkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Rp 1,6 juta, banyak petani yang beralih.

“Akhirnya para petani meninggalkan pohon karet dan produksi karet jadi berkurang,” ungkapnya.

Sejak berdirinya ITRC (International Tripartite Rubber Council) pada 2001 di Bali yang diikuti tiga negara yaitu Thailand, Indonesia, dan Malaysia hingga kini telah empat kali menjalankan AETS (Agreed Export Tonnage Scheme) atau skema pengurangan ekspor.

AETS ke empat diumumkan 28 Januari 2016, dijalankan 1 Maret hingga 31 Agustus 2016. Saat diumumkan posisi harga karet di Bursa Gapkindo, pemerintah kembali ditugaskan untuk menjalankan.

“Tujuan dilanjutkannya pengurangan ekspor agar pasokan dan permintaan global lebih seimbang, dan diharapkan harga tidak jatuh ke posisi yang lebih rendah pada saat AETS ke empat diumumkan,” terang edy.

(rzp/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar