Tersangka KPK, Ini Total Kekayaan Bupati Batubara OK Arya

Tersangka KPK, Ini Total Kekayaan Bupati Batubara OK Arya

Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain

(rzp/csp)

Jumat, 15 September 2017 | 10:36

Analisadaily (Medan) – Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komis Pemberantasan Korupsi (KPK). Status tersangka terkait penerima suap pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2017.

OK Arya merupakan Bupati Batubara dua periode. Pada periode pertama 2008-2013 dan periode kedua 2013-2018. OK Arya diamankan KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumah dinasnya, Rabu (13/9) kemarin.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Analisadaily.com melalui aplikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Jumat (15/9), OK Arya memiliki total kekayaan sebesar Rp 9.795.095.492. Terakhir kali, OK Arya melaporkan LHKPN pada 26 September 2016.

Pada LHKPN yang dilaporkan OK Arya sebelumnya, yaitu pada 1 Oktober 2014, total kekayaannya sebesar Rp 7.081.090. Artinya, total kekayaan orang nomor satu di Batubara tersebut meningkat sekitar Rp 2 Miliar lebih dari tahun 2014 ke 2016.

Di LHKPN tersebut tertulis OK Arya memiliki harta tidak bergerak seperti sejumlah tanah dan bangunan yang berada di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Kemudian juga memiliki harta bergerak seperti 7 unit mobil serta harta lainnya.

Sebelumnya Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata dalam konferensi pers yang di gelar di gedung KPK, Jakarta, kemarin, menyebutkan setelah mengamankan bahan dan keterangan, dan pemeriksaan 1 x 24 jam yang dilanjutkan gelar perkara, ditemukan bukti permulaan yang saling berkesesuaian dan disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi suap.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan lima tersangka,” ucapnya.

Disebutkan, diduga sebagai penerima yaitu OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Batubara, Helma Herdady, dan pemilik dealer mobil Sujendi Tarsono.

Sementara diduga sebagai pemeberi yakni dua kontraktor, masing-masing Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan uang tunai dengan total senilai Rp 346 juta.

“Uang tersebut diduga bagian dari fee proyek total 4,4 miliar, yang diduga diterima Bupati Batubara melalui para perantara terkait beberapa pekerjaan pembangunan infrastruktur di Batubara TA 2017,” terangnya.

(rzp/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar