Tersangka Eddy Sofyan Dilimpahkan ke Rutan

Tersangka Eddy Sofyan Dilimpahkan ke Rutan

Eddy Sofyan.

(ns/rzd)

Selasa, 2 Februari 2016 | 19:40

Analisadaily (Medan) - Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi dana hibah dan Bansos tahun dengan tersangka Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Eddy Sofyan, kepada Penuntut Umum Kejari Medan.

“Kejari Medan telah menerima pelimpahan berkas kasus dugaan korupsi dana hibah dan Bansos dari Kejagung atas nama tersangka Eddy Sofyan,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Medan, Harris Hasbullah, Selasa (2/2).

Lebih lanjut, Harris mengatakan perkara dugaan korupsi yang menyeret Eddy ini merugikan negara Rp 1,1 miliar. Pihaknya segera melakukan pemberkasan dakwaan dan menunjuk Jaksa Penuntut Umum yang menyidangkan kasus korupsi tersebut.

“Ada 10 jaksa yang telah ditunjuk, yakni 5 dari Kejagung, 3 dari Kejatisu dan 2 dari Kejari Medan,” ucapnya.

Sedangkan untuk berkas tersangka Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho, Harris menyatakan masih menunggu koordinasi dari Kejagung.

“Kalau untuk Pak Gatot kita belum mengetahui apakah nanti diserahkan ke Kejari Medan lagi atau tidak. Kita tunggu saja kabar dari Kejagung,” ujarnya.

Pantauan Analisadaily.com, Eddy Sofyan yang memakai kemeja putih ini sampai di Kejari Medan kira-kira Pukul 13.00 WIB. Ia langsung naik ke lantai dua Kejari Medan untuk pemberkasan registrasi dan lainnya.

Sekira Pukul 17.00 WIB, Eddy Sofyan langsung dibawa penyidik ke Rutan Tanjung Gusta Medan. Kepada wartawan ia mengatakan akan terus kooperatif terhadap segala pemeriksaan.

“Sebagai warga negara yang baik kita harus taat hukum. Selama ditahan Kejagung juga saya banyak beribadah, baca buku dan melakukan hal-hal yang banyak manfaatnya bagi saya. Kebetulan dipindahkan di sini, keluarga saya jadi lebih dekat jika ingin bertemu saya,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui untuk kasus ini Kejagung telah menetapkan 2 orang tersangka yaitu Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho, dan Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Provinsi Sumatera Utara, Eddy Sofyan.

Keduanya dijerat penyidik dengan Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(ns/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar