Terpidana Kasus Narkoba Divonis Hukuman Mati

Terpidana Kasus Narkoba Divonis Hukuman Mati

Udo Tohar alias Tohar, terpidana kasus sabu seberat 17 kilogram.

(jw/rzd)

Rabu, 14 Februari 2018 | 19:20

Analisadaily (Medan) - Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan vonis mati kepada Udo Tohar alias Tohar, terpidana kasus sabu seberat 17 kilogram. Tohar sebelumnya telah dijatuhi penjara seumur hidup.

Tohar merupakan warga asal Tanjung Balai. Ia terbukti bersalah mengendalikan pengiriman sabu seberat 17 kilogram dari dalam Lapas Tanjung Gusta Medan. Saat ini dirinya masih menjalani hukuman penjara seumur hidup dalam kasus yang sama.

Ketua Majelis Hakim, S. Batubara mengatakan, terdakwa terbukti bersalah telah melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Hal memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana narkotika. Perbuatan terdakwa berpotensi merusak generasi bangsa Indonesia," kata S. Batubara di PN Medan, Rabu (14/2).

Sebelumnya dalam amar tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sindu Hutomo, meminta agar majelis hakim menjatuhi hukuman mati terhadap terdakwa.

Dalam dakwaan, Udo Tohar telah menyuruh Julianto (berkas terpisah) untuk mengambil barang berupa satu karung goni plastik yang berisikan narkotika jenis sabu sebanyak 17 bungkus dengan berat kurang lebih 17.445 (tujuh belas ribu empat ratus empat puluh lima ribu) gram.

Atas perintah dari terdakwa, Julianto meminta Saiful Amri (berkas terpisah) untuk mengambil dan menerima barang haram tersebut pada Kamis 17 Desember 2015. Barang haram itu kemudian diserahkan ke Bambang Zulkarnain Sauti untuk disimpan.

Terdakwa juga telah sudah 2 kali menyuruh Julianto untuk mengambil serta menerima sabu yaitu pada November 2015 dan Desember 2015. Setiap pengambilan narkotika tersebut, Julianto mendapatkan upah dari Terdakwa sebesar Rp 30 juta.

Barang haram tersebut telah disita dan diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) dari Dedi Guntari Panjaitan, Sofyan Dalimunthe, dan Saiful Amri pada Jumat 18 Desember 2015 sekira Pukul 02.00 WIB di Jalan Dr Mansyur, Medan. Setelah dilakukan pengembangan barang haram tersebut adalah milik terdakwa.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar