Terminal di Medan Tidak Masuk Program Revitalisasi

Terminal di Medan Tidak Masuk Program Revitalisasi

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiadi pada peluncuran layanan GrabCar Airport di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (11/7)

(rzp/csp)

Kamis, 11 Juli 2019 | 14:37

Analisadaily (Lokal) - Kementerian Perhubungan mempunyai program revitalisasi terhadap 38 terminal tipe A di Indonesia. Program ini sebagai upaya menyetarakan terminal transportasi darat dengan Bandar Udara.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiadi, program revitalisasi dijalankan pada tahun 2020. Pemerintah juga sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 1.2 triliun.

"Perkiraan masing-masing terminal mendapatkan anggaran sekitar Rp 40 miliar - Rp 50 miliar," kata Budi dalam peluncuran layanan GrabCar Airport di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (11/7).

Program tersebut menjadi bagian untuk modernisasi terminal mengikuti bandara. Namun, dari seluruh jumlah terminal yang rencananya direvitalisasi. terminal yang ada di Kota Medan, Terminal Terpadu Amplas dan Terminal Terpadu Terpadu Pinang Baris, tidak termasuk.

"Keduanya tidak masuk program, karena belum diserahkan kepada Kemenhub. Wali Kota Medan belum menyerahkan, makanya tidak masuk program," sebut Budi.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993, Pasal 41, terminal tipe A berfungsi melayani kendaraan penumpang umum untuk angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), dan Angkutan Lintas Batas Antar Negara, Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Angkutan Kota (AK), dan Angkutan Perdesaan (ADES).

Sesuai dengan implementasi Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, telah dilakukan proses alih kelola Personel, Pendanaan, Sarana dan Prasarana serta Dokumen (P3D) Terminal Penumpang Tipe A dari Pemerintah Daerah kepada Pemerintah Pusat.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar