Terlibat Perkelahian, Anto Kehilangan Tangan

Terlibat Perkelahian, Anto Kehilangan Tangan

Purnamawanto (42) alias Anto saat menjalani perawatan (Ist)

(jw/csp)

Rabu, 11 Oktober 2017 | 17:18

Analisadaily (Medan) - Sengketa lahan yang terjadi di Simpang Pasar VIII Desa Sampali Kec Percut Sei Tuan, Deli Serdang berujung perkelahian.

Dalam peristiwa tersebut seorang pria harus dilarikan ke rumah sakit setelah badanya terluka parah karena terkena benda tajam.

Dari informasi yang diperoleh, pria bernama Purnamawanto (42) alias Anto dipastikan cacat permanen setelah tangannya putus terkena kelewang ketika perkelahian dengan Alung (37) dan Ari alias Begal (35) terjadi.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, kejadian tersebut benar adanya.

"Kami sudah terima laporannya. Tapi, laporan kami terima adalah kasus penganiyaan," ucapnya, Rabu (11/10).

Saat itu juga Syafrizal melihat Alung dan Ari berlari dari tempat kejadian sambil membawa klewang dan parang. Dirinya mendengar suara merintih dari dalam parit. Ternyata korban sudah dalam keadaan berlumuran darah.

"Saat ditemukan, tangan kanan Purnamawanto sudah putus. Sementara badannya mendapat beberapa luka sabetan. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Haji Medan," jelas Rina.

Dalam peristiwa tersebut korban mengalami kepala bagian belakang luka koyak benda tajam, Mata kaki koyak terkena benda tajam, Di bagian dada luka koyak. Dan punggung koyak juga karena benda tajam. Korban juga sudah di rujuk ke RS Pirngadi Medan.

"Hingga kini polisi masih mengejar para pelaku. Petugas juga sudah melakukan pemeriksaan saksi," pungkas Rina.

Kejadian itu bermula saat Syafrizal, rekan korban mendapat telepon dari Ketua Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI) Budi Jong, Selasa (9/10). Saat itu lahan di Simpang Pasar VIII Desa Sampali Kec Percut Sei Tuan, Deli Serdang, sedang dikerjakan menggunakan alat berat oleh orang lain.

Syafrizal dan Anto mendatangi lahan. Sampai di sana, korban dan rekannya mendatangi Alung, Naibaho dan dua rekannya. Korban meminta agar mereka menghentikan kegiatan alat berat. Adu mulut pun berlangsung.

Sementara itu, Syafrizal mendatangi alat berat dan meminta menghentikan kegiatan. Namun saat dia kembali, Purnamawanto sudah tidak ada. Tapi kemudian ditemukan sudah berlumuran darah disekujur tubuhnya.

(jw/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar