Terdakwa Penistaan Agama Dituntut 2 1/2 Tahun Penjara

Terdakwa Penistaan Agama Dituntut 2 1/2 Tahun Penjara

Anthony Ricardo Hutapea menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (27/7)

(jw/eal)

Kamis, 27 Juli 2017 | 18:55

Analisadaily (Medan) - Terdakwa kasus penistaan agama melalui media sosial, Anthony Ricardo Hutapea (62), dituntut hukuman pidana 2 tahun 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Kami JPU menuntut supaya majelis hakim di PN Medan yang mengadili perkara ini menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Anthony dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan dikurangi masa tahanan selama terdakwa berada di dalam penjara," kata JPU, Sindu Hutomo, di Ruang Kartika Pengadilan Negeri Medan, Kamis (27/7).

JPU menjelaskan kepada Ketua Majelis Hakim, Johny Jonggi Simanjuntak, ada beberapa hal yang memberatkan terdakwa, termasuk perbuatan tidak terpuji dan berpotensi menimbulkan konflik. Sementara hal yang meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya.

"Memperhatikan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, menyatakan terdakwa Anthony bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja di muka umum melakukan penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia," ungkap Sindu.

Sementara dalam persidangan tersebut juga hadir Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumatera Utara. Mereka mengaku kecewa dengan JPU yang menuntut Anthony dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara.

Wakil Koordinator GAPAI Sumut, Aidan Nazwir Panggabean, menilai JPU tidak maksimal dalam menuntut terdakwa. Padahal, terdakwa harus diberikan hukuman yang maksimal agar ke depannya tidak ada lagi oknum yang melakukan penistaan agama.

"Kami merasa kecewa dengan apa yang telah disampaikan JPU tentang tuntutan yang hanya 2 tahun dan 6 bulan penjara. Saya kira itu tidak maksimal, kita sepakat bahwa sebenarnya dalam rangka mengeliminier penistaan-penistaan agama yang dilakukan oleh orang lain di kemudian hari dengan memberikan hukuman maksimal agar bisa menjadi efek jera bagi orang-orang yang berniat melakukan hal serupa," tegasnya.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar