Telkom Maksimalkan Proses Migrasi Pelanggan Telkom 1

Telkom Maksimalkan Proses Migrasi Pelanggan Telkom 1

Dirut Telkom Indonesia, Alex J. Sinaga (tengah) memberi keterangan terkait gangguan pada satelit, Senin (28/8)

(rzp/csp)

Senin, 28 Agustus 2017 | 14:53

Analisadaily (Jakarta) - Sehubungan dengan gangguan yang terjadi pada layanan satelit Telkom 1, yang diakibatkan oleh anomali pada satelit tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memaksimalkan proses migrasi pelanggan Telkom 1 ke satelit Telkom 2, satelit Telkom 3S dan satelit lainnya.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Alex Janangkih Sinaga mengatakan, upaya ini dilakukan demi mempercepat pemulihan layanan kepada pelanggan dan masyarakat. Seluruh sumber daya operasional Telkom Group di seluruh Indonesia, yang terdiri dari internal Telkom, anak perusahaan dan seluruh mitra terkait dikerahkan.

"Proses migrasi layanan telah dilakukan sejak 26 Agustus 2017. Penyediaan dan pegalihan transponder Telkom 1 ke transponder satelit pengganti akan selesai pada 30 Agustus 2017," kata Alex, seperti pernyataan resmi diperoleh Analisadaily.com, Senin (28/8).

Kemudian, lanjutnya, untuk proses repointing antena ground segment akan dilakukan bertahap, secara bersama-sama, baik dengan pelanggan maupun dengan operator penyedia layanan VSAT hingga 10 September 2017.

"Telkom 1 memiliki jumlah pelanggan sebanyak 63 pelanggan, 8 di antaranya merupakan provider VSAT yang memiliki 12.030 site, sehingga total ground segment sekitar 15.000 
site," terangnya.

Alex menjelaskan, untuk mengawal proses recovery berjalan maksimal, TelkomGroup membentuk posko crisis center yang beroperasi 7x24 jam. Alex selaku Direktur Utama Telkom, beserta seluruh jajaran Direksi Telkom mengawal langsung proses recovery dimana seluruh progress terupdate.

"Crisis center merupakan pusat informasi semua proses recovery layanan pelanggan, sekaligus sebagai pusat komando untuk merencanakan dan mengeksekusi setiap langkah-langkah yang dianggap perlu bagi percepatan penyelesaian gangguan layanan," jelasnya.

Sebagaimana diinfokan, Jumat (25/08) sekitar pukul 16.51 WIB, mulai terjadi anomali pada satelit Telkom 1 yang berakibat pada pergeseran pointing antena satelit Telkom 1, sehingga layanan transponder satelit Telkom 1 terganggu.

Secara intensif Telkom bersama Lockheed Martin selaku pabrikan satelit Telkom 1 terus melakukan investigasi, dimana saat ini sedang menjalankan prosedur prosedur untuk mengetahui kesehatan satelit Telkom 1 secara komprehensif.

Rencana tindak lanjut untuk satelit Telkom 1 baru akan dapat ditentukan dalam beberapa hari kedepan dan tidak tertutup adanya kemungkinan satelit Telkom 1 tidak dapat 
beroperasi dengan normal kembali.

Berdasarkan hasil evaluasi dan konsultasi dengan Lockheed Martin pada tahun 2014 dan 2016 satelit Telkom 1 dalam kondisi baik dan dapat beroperasi normal hingga beberapa tahun ke depan, sekurang-kurangnya sampai dengan tahun 2019, dimana hal ini sesuai dengan best practice di industri satelit.

Pendapatan dari bisnis satelit memberikan kontribusi sebesar 0,6% dari total pendapatan Telkom 
Group. Telkom 1 di asuransikan ke Jasindo, perusahaan asuransi dalam negeri yang memiliki rekam jejak yang kuat di sektor satelit.

"Sehubungan dengan kejadian ini, Manajemen TelkomGroup menyampaikan permohonan maaf 
kepada masyarakat, khususnya para pelanggan Satelit Telkom 1. Telkom akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan pelanggan di Indonesia," sebut Alex.

Sebelumnya, gangguan transponder satelit Telkom 1 disebut menyebabkan gangguan terhadap beberapa fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik perbankan. Gangguan dilaporkan sebanyak 8.800 ATM di Indonesia. Tidak hanya ATM, beberapa stasiun TV juga terdampak.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar