Target Pembiayaan Sumut Ventura di 2019 Sebesar Rp 300 Miliar

Target Pembiayaan Sumut Ventura di 2019 Sebesar Rp 300 Miliar

Direktur Regional Sumatera PT Sarana Sumut Ventura, Sri Wahyuni.

(rel/rzd)

Selasa, 26 Februari 2019 | 16:57

Analisadaily (Medan) - Realisasi pembiayaan PT Sarana Sumut Ventura di tahun 2018 mencapai Rp 26,8 miliar. Di tahun 2019, ditargetkan realisasi pembiayaan jauh dari sebelumnya, yaitu sebesar Rp 300 miliar.

Direktur Regional Sumatera PT Sarana Sumut Ventura, Sri Wahyuni mengatakan, salah satu mencapai target tersebut dengan penambahan kantor cabang. Pihaknya menargetkan penambahan sebanyak 24 kantor di seluruh Indonesia pada tahun 2019.

“Sumut Ventura baru ada enam cabang saat ini, yaitu di Medan, Tangerang, Ciputat, Malabar, Cimahi, dan Bandung. Dengan penambahan 24 cabang, totalnya akan 30 cabang. Kami optimis bisa menyalurkan pembiayaan Rp 300 miliar tahun 2019,” kata Wahyuni di Kantor Sumut Ventura Medan, Selasa (26/2).

Diungkapkannya, ekspansi Sumut Ventura yang kini memiliki aset Rp 70 miliar, akan tetap disesuaikan dengan sumber dananya. Saat ini pendanaannya masih bergantung pada pemegang saham.

“Diharapkan ada pendanaan dari pemerintah, bank, dan lembaga lain yang memiliki fokus ke segmentasi mikro,” ungkapnya.

Sumut Ventura saat ini lebih fokus pada bisnis pembiayaan ultra mikro. Sejak diluncurkan pada November 2017, pembiayaan mikro terus tumbuh. Di tahun 2018, mampu menyalurkan pembiayaan Rp 15 miliar dengan nasabah sebanyak 6.700 di enam kantor cabang.

“Dari jumlah itu, Medan masih mendominasi dengan 5.500 nasabah,” ujarnya.

Wahyuni menyebut, sejauh ini pembiayaan Sumut Ventura terbesar masih ke sektor perdagangan dengan persentase sebesar 91%. Sisanya adalah sektor jasa, pertanian, dan industri kecil. Pembiayaan yang ditawarkan berkisar Rp 1 juta hingga Rp 3 juta untuk siklus pertama, siklus kedua hingga Rp 8 juta, siklus ketiga hingga Rp 10 juta.

“Lama pinjaman 6 hingga12 bulan, dengan suku bunga sebesar 2,6% per bulan,” sebutnya.

Mayoritas Nasabah Kaum Ibu

Wahyuni menerangkan, nasabah mikro Sumut Ventura hampir semuanya ibu-ibu. Karena bersifat pembiayaan sentra, maka penyalurannya berkelompok dengan jumlah minimal 15 orang.

“Dengan komitmen memberikan pembiayaan ke sektor yang produktif, sangat diharapkan bisa membantu membesarkan usaha ibu-ibu tersebut,” terangnya.

Wahyuni menuturkan, mengenai kredit bermasalah atau non performing loan (NPL), per Desember 2018 ada di kisaran 3%. Persentase tersebut terbilang kecil, mengingat pembiayaan mikro tanpa jaminan.

“Sangat diharapkan ada suntikan dana dari pihak lain, agar pembiayaan ultra mikro bisa terus berkembang. Apalagi, isa membiayai lebih banyak usaha mikro di Sumut, bahkan di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Berharap Suntikan Dana

Direktur Credit & Recovery PT Sarana Sumut Ventura, Azwar menambahkan, pihaknya betul-betul memberikan perhatian ke sektor ultra mikro, dan diharapkan bisa mendapatkan suntikan dana.

“Pemerintah sudah memberikan concern dan perhatian ke sektor mikro. Tapi itu memang belum optimal. Kami berharap dari pemerintah memberikan support yang optimal dalam rangka memberdayakan pelaku usaha ultra mikro,” ucap Azwar.

Dikatakan Azwar, untuk sektor ultra mikro, tingkat return dari usaha-usaha yang dijalani oleh para pelaku usaha cukup tinggi. Bahkan, return-nya harian, dan itu sebabnya, angsurannya dibuat mingguan. Keterbatasannya berada pada sarana dan prasarana.

“Pemerintah tentu sudah punya regulasi untuk mengaturnya. Ada dana yang disisihkan untuk mendukung usaha-usaha itu. Sumut Ventura bisa sebagai perantara menyalurkannya, dan menambah yang selama ini sudah dilakukan dalam hal pembiayaan usaha ultra mikro,” tandasnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar