Tantangan Wagubsu Kepada Masyarakat dan Pemko Siantar

Tantangan Wagubsu Kepada Masyarakat dan Pemko Siantar

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung, ketika mengunjungi Balai Kota Pematangsiantar, Jumat (21/4)

(fhs/eal)

Jumat, 21 April 2017 | 14:06

Analisadaily (Siantar) - Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung mengatakan, kawasan pesisir pantai di Sumatera Utara, baik wilayah barat maupun timur belum dikelola secara maksimal.

Padahal menurutnya, potensi kekayaan laut sangat besar. Sebab itu dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan menggandeng investor asal Tiongkok untuk membangun kawasan pesisir pantai agar bernilai ekonomis, mulai dari Nias, Sibolga, Serdang Bedagai hingga Batubara.

Hal tersebut disampaikan Wagubsu ketika mengunjungi Balai Kota Pematangsiantar, Jumat (21/4).

Perempuan kelahiran Bandar Pulo, Asahan, ini mengaku butuh investor dalam berbagai jenis usaha lainnya, termasuk investor untuk pengelola pabrik kopi. Hal ini dikarenakan kopi asal Sidikalang dan Lintongnihuta sangat terkenal di Eropa.

Untuk membangun kawasan di Pulau Nias, sambungnya, mulai tahun ini akan masuk investasi sebesar 58 triliun dari Tiongkok. Mereka akan membangun pesisir pantai Nias yang terdiri dari empat kabupaten dan satu kota yang fokus pengembangannya pada sektor pariwisata.

"Di sana akan dibangun lapangan terbang, hotel dan fasilitas lainnya bertaraf internasional. Estimasinya, Nias akan dikunjungi sedikitnya 1.000 orang wisatawan asing per hari jika pembangunan infrastruktur sudah selesai," ujar Wagubsu.

Di hadapan para Staf Ahli Walikota, Asisten, Sekda serta pimpinan SKPD, Wagubsu juga memberikan motivasi sekaligus menantang masyarakat dan Pemko Pematangsiantar agar mencermati berbagai terobosan ekonomi dengan hadirnya kawasan wisata Danau Toba.

"Meskipun sebagian besar wisatawan akan melalui Bandara Silangit, tapi saya berkeyakinan, Kota Pematangsiantar tetap menjadi alternatif lintasan ke Danau Toba. Karena itu, Pematangsiantar harus bisa melihat peluang-peluang usaha, paling tidak industri kreatif yang produknya unik dan menarik perhatian orang lain," imbaunya.

Pada bagian lain, wanita yang selama 31 tahun bertugas sebagai prajurit TNI-AD ini mengharapkan agar mentalitas masyarakat maupun aparatur pemerintahan yang kurang disiplin pada aturan bisa segera berubah.

"Kita harus menyadari, salah satu persoalan yang menghambat kemajuan dan membuat Sumatera Utara ini tertinggal karena kita orang yang kurang patuh pada aturan serta memiliki ego tinggi. Hal-hal seperti ini harus kita tinggalkan dan harus kita perbaiki jika tak ingin Sumut terus menerus jadi pantauan KPK. Sesama SKPD harus bersatu dan solid untuk bekerjasama," tukasnya.

Sebelumnya, Plt. Sekretaris Daerah Pematangsiantar, Reinward Simanjuntak, mengucapkan selamat datang kepada Wakil Gubernur Sumatera Utara serta menjelaskan sedikit profil Kota Pematangsiantar.

Reinward menyampaikan bahwa Wakil Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah, tidak bisa hadir dalam pertemuan tersebut karena sedang mengikuti rapat kerja Pemerintah Kota Wilayah Sumatera di Batam, Kepulauan Riau.

(fhs/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar